Find Us On Social Media :

Maulid Nabi 2018: Mengenal Tradisi Maudu Lampoa di Sulawesi, Perayaan dari Atas Perahu

By Novita Desy Prasetyowati, Senin, 29 Oktober 2018 | 18:09 WIB

Tradisi Maulid Nabi di Sulawesi Selatan, Maudu Lampoa

Laporan Wartawan Grid.ID, Novita D Prasetyowati

Grid.ID - Perayaan Maulid Nabi 2018 disetiap daerah berbeda-beda, salah satunya tradisi Maudu Lampoa di Sulawesi.

Tradisi Maudu Lampoa diselenggarakan untuk merayakan Maulid Nabi 2018 oleh warga Takalar, Sulawesi Selatan.

Di Takalar, Sulawesi Selatan, tradisi Maudu Lampoa tak hanya untuk memperingati Maulid Nabi 2018, tetapi juga menjadi daya tarik wisatawan.

Baca Juga : Maulid Nabi 2018 : Mengenal Tradisi Saweran Koin di Kediri yang Selalu Ditunggu Anak-anak

Seperti yang diketahui, umumnya perayaan kelahiran nabi Muhammad SAW digelar di berbagai tempat ibadah.

Namun berbeda halnya dengan yang dilakukan warga Takalar, Sulawesi Selatan.

Dihari Maulid Nabi, ribuan warga Takalar, Sulawesi Selatan menggelar peringatan kelahiran nabi Muhammad SAW di atas perahu.

Baca Juga : Maulid Nabi 2018: Mengenal Festival Ampyang Maulid di Kudus yang Telah Digelar Sejak Abad ke-16

Arak-arakan perahu hias ini merupakan tradisi turun temurun menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan Maudu Lompoa diadakan tiap tahun oleh masyarakat Takalar, sehingga menjadi salah satu daya tarik dan objek wisata khas dari Sulawesi Selatan.

Pasalnya, perayaan Maudu Lompoa berlangsung dengan cara unik.

Baca Juga : Maulid Nabi 2018: Mengenal Tradisi Baayun Maulid, Budaya Mengayunkan Bayi Hingga Lansia di Kota Banjarmasin

Selain berada di atas perahu, para warga juga memperebutkan julung-julung yang direbutkan.

Dilansir Grid.ID dari laman tribun timur.com, sejumlah warga biasa merayakan Maudu Lompoa (Maulid Besar) dengan menghiasi perahu menggunakan selendang warna-warni dan telur hias.

Sejatinya, ritual maulid yang sudah berlangsung turun-temurun ini merupakan wujud kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga : Maulid Nabi 2018: Mengenal Tradisi Bungo Lado, Pemberian Pohon Uang ke Masjid di Padang Pariaman

Kegiatan tersebut menjadi syiar agama dan budaya pemersatu antara misi dakwah melalui tradisi budaya Sulawesi.

Melansir dari laman kompas, perayaan Maudu Lompoa dilakukan tidak hanya satu kali (29/10/2018).

Hal ini lantaran adanya rangkaian kegiatan yang dilakukan sebelum mencapai puncak maulid nabi muhammad 2018.

Baca Juga : Resmi Berhijab, Begini Gaya Kasual Istri Ricky Harun, Herfiza yang Bisa Ditiru Untuk Menyambut Maulid Nabi

Perahu tampak dihias dengan hiasan ribuan telur serta bahan makanan tradisional dan menjadi pemandangan unik di sepanjang sungai.

Makanan yang disusun seperti gunungan dipersiapkan oleh para warga untuk diperebutkan ribuan warga.

Gunungan yang diperebutkan berisi telur hias, ayam, beras dimasak setengah matang, beras ketan, mukena, kain khas Sulawesi, serta aksesoris lainnya.

Baca Juga : Fashion Hijab Sederet Artis Cantik Ini Bisa Jadi Inspirasi Kamu loh, Siap Tampil Modis Saat Perayaan Maulid Nabi nih!

Gunungan tersebut sebelumnya dibacakan barzanji secara bersama-sama, kemudian baru diperebutkan warga di atas perahu.

Tak hanya itu, serangkaian kegiatan lain yang mengiringi puncak acara tersebut berupa ritual menumbuk padi di atas lesung diiringi tabuhan gendang tradisional atau yang dikenal Appadekko.

(*)