Find Us On Social Media :

Sejarah Tradisi Trick or Treat dalam Perayaan Halloween, Awalnya untuk Memberikan Makanan kepada Para Hantu

By Puput Akad Ningtyas Pratiwi, Rabu, 31 Oktober 2018 | 16:01 WIB

Tradisi trick or treat dalam perayaan Halloween

Laporan wartawan Grid.ID, Puput Akad

Grid.ID – Tradisi Halloween yang kerap dirayakan oleh masyarakat Eropa maupun Amerika Serikat identik dengan kebiasaan trick or treat.

Pada perayaan Halloween yang jatuh pada tanggal 31 Oktober malam, anak-anak akan mengenakan kostum seram sembari mengucapkan kata trick or treat kepada pemilik rumah yang mereka kunjungi.

Ucapan trick or treat pada perayaan Halloween tersebut memiliki arti ‘Beri kamu permen atau kami jahili’.

Baca Juga : Tampil Menyeramkan saat Menyambut Halloween, Kecantikan Anak Nia Ramadhani Justru Panen Pujian

Kebiasaan trick or treat yang lekat dengan perayaan Halloween memiliki sejarah tersendiri di baliknya.

Kebiasaan trick or treat berasal dari tradisi Pagan yang dianut oleh masyarakat Eropa dan Amerika Serikat sejak abad ke-18.

Dilansir dari laman Dailystar.co.uk, warga masyarakat Eropa dan Amerika Serikat memiliki kebiasaan memakai baju seram agar tak dapat dikenali oleh para hantu.

Bersamaan dengan itu, setiap pemilik juga menaruh makanan dan minuman di luar pintu rumah mereka sebagai persembahan untuk para hantu.

Baca Juga : Biasa Tampil Keren, Joe Jonas Kenakan Gaun Saat Rayakan Halloween

Seiring berjalannya waktu, kebiasaan ini mulai dimanfaatkan oleh orang-orang yang merayakan tradisi ini.

Semakin banyak warga yang mulai berpakaian seperti hantu dan mengunjungi rumah ke rumah untuk meminta imbalan setelah melindungi mereka dari para hantu.

Tradisi trick or treat awalnya berupa mumming atau pertunjukan yang dilakukan dengan memakai kostum seram.

Baca Juga : Bermakeup Seram di Pesta Halloween, Tampilan Cinta Laura Justru Dibilang Cantik

Baca Juga : Turut Rayakan Halloween, Girls Squad Tampil Cetar dengan Kostum Unik dari Harley Queen Hingga Zombie

Tradisi trick or treat berlanjut dengan tradisi fouling.

Anak-anak dan orang dewasa yang miskin menyebut diri mereka 'fouler' atau penjiwa.

Mereka mengumpulkan makanan atau uang dengan imbalan doa-doa untuk orang mati.

Baca Juga : Jessica Iskandar dan Richard Kyle Jadi Karakter Komik Saat Rayakan Halloween

Kini tradisi trick or treat berkembang seiring dengan perkembangan zaman.

Variasi kostum seram yang dikenakan pun terpengaruh mode yang sedang menjadi tren pada zaman tersebut.

Di zaman Victoria, kostum Halloween dipengaruhi oleh tema gothic.

Baca Juga : Bermakeup Seram di Pesta Halloween, Tampilan Cinta Laura Justru Dibilang Cantik

Oleh karenanya, kostum menyerupai kelelawar sangat digemari.

Pada masa sekarang, kostum Halloween tak lagi didominasi dengan kostum seram tetapi bisa juga berupa kostum pahlawan super maupun bintang film terkenal.

Sudah siapkah kamu melakukan trick or treat pada perayaan Halloween kali ini? (*)

Baca Juga : Nikmati Suasana Halloween, Uya Kuya Ajak Sederet Artis ke Singapura