Find Us On Social Media :

Menangis saat Bertemu Keluarga Korban Lion Air JT610, Kepala Basarnas Muhammad Syaugi: Saya Terbayang Korban-korban

By Annisa Dienfitri, Kamis, 8 November 2018 | 16:41 WIB

Kepala Basarnas Marsekal Madya Muhammad Syaugi, di JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Rabu (7

Laporan Wartawan Grid.ID, Annisa Dienfitri Awalia

Grid.ID - Hingga saat ini, pencarian korban kecelakaan pesawat Lion Air JT610 di perairan Tanjung Karawang masih terus dilaksanakan.

Melansir dari Kompas TV pada Kamis siang (8/11/2018), sebanyak 51 korban kecelakaan pesawat Lion Air JT610 telah berhasil teridentifikasi.

Pasca jatuhnya pesawat Lion Air JT610 dengan rute Jakarta - Pangkalpinang tersebut, berbagai kisah sedih muncul ke permukaan.

Baca Juga : Mengenal Sosok Muhammad Syaugi, Kepala Basarnas yang Selalu Semangat Bagikan Informasi Terkini Proses Evakuasi Lion Air JT610

Tangisan pun tumpah tak hanya dari keluarga korban, tetapi juga dari Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi.

Saat berhadapan dengan para keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air JT610 pada Senin (5/11/2018), Muhammad Syaugi pun tak kuasa menahan air mata.

Dalam tayangan wawancara eksklusif Kompas TV yang diunggah Rabu (7/11/2018), Muhammad Syaugi menuturkan alasan di balik tangisannya.

"Situasi kemarin saya setiap hari itu melihat jenazah-jenazah yang dikumpulkan dari laut maupun dari pesisir Tanjung Pakis ini dibawa ke JICT, saya selalu melihat situasi itu," tutur Muhammad Syaugi seperti dikutip Grid.ID.

Baca Juga : Kabasarnas Marsekal Madya Muhammad Syaugi, Kepala SAR Indonesia yang Pernah Tergabung dalam Satuan Elit Pilot TNI AU

Mantan Komandan Lanud Iswahyudi ini menceritakan apa yang kerap dilihatnya selama proses evakuasi korban kecelakaan pesawat Lion Air JT610 berlangsung.

"Bagaimana saya melihat korban-korban itu sehingga pada saat keluarga korban kita temui untuk menyampaikan kegiatan-kegiatan kita, mereka curhat seperti itu katakan mengeluhkan satu dan lain hal, menginginkan kalo operasi ini cepat, segera diidentifikasi," sambungnya.