Find Us On Social Media :

Salat Jenazah Korban Lion Air JT 610 Dihadiri Ratusan Orang Hingga Ada Pejabat

By Rissa Indrasty, Sabtu, 10 November 2018 | 11:26 WIB

Foto korban Lion Air JT 610, Restya Amelia bersama keluarganya.

Laporan Wartawan Grid.ID, Rissa Indrasty

Grid.ID - Kisah keluarga bayi yang menjadi korban kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP memang menjadi sorotan.

 

Kabar ini bahkan membuat gempar tanah kelahiran keluarga korban, Pangkalpinang.

Saat jenazah ibu bayi, Restya Amelia, berhasil diidentifikasi, para petinggi daerah juga turut serta hadir sebagai memberi ucapan belasungkawa.

Demikian yang diceritakan oleh sang nenek, Ida Riana.

"Waduh, cukup ramai , orang-orang situ, dari Mentok, dari Pangkalpinang, pejabat-pejabat negara tuh di situ semua, kepolisian, pokoknya semualah pejabat-pejabat, dari aparat-aparat, Pak Erzaldi, dari Farhan, banyaklah. Semua orang ke situ semua, 2 hari ini rupanya," ungkap Ida Riana saat ditemui Grid.ID di Hotel Ibis, Jakarta Timur, Kamis (7/11/2018).

Baca Juga : Terkait Insiden di Perlintasan Kereta Api, Koordinator Acara Drama Kolosal Surabaya Membara: Itu Bukan Wilayah untuk Penonton

 

Ida Riana bercerita, kepergian anaknya ini tak hanya menuai belasungkawa tapi juga banyak pihak yang mendoakan.

Seperti saat prosesi salat jenazah Ristya Amelia dilangsungkan, ada ratusan warga yang turut serta.

"Orang nyolatin aja lebih dari 100 yang kemarin, yang anakku kemarin. Kan liat di hp, kan Atuk (suami) pulang, dia bilang orang solatin Restya 100 lebih, sampai ke teras-teras orang solatin," ungkap Ida Riana.

Ida Riana merasa sangat berterimakasih pada Tuhan karena banyak orang yang turun tangan mendoakan anaknya.

Tak lupa Ida Riana juga berterimakasih kepada masyarakat yang hadir membantu doa dan prosesi pemakaman anaknya.

Baca Juga : Koordinator Acara Sebut Drama Kolosal Surabaya Membara Sudah Dipersiapkan Jauh-Jauh Hari

"Bener-bener aku bersyukur Alhamdulillah orang bisa membantu anakku lewat doa,"

"Jadi orang yang nyolatin kemarin aku berharap di balas kebaikannya, ngantar jenazah anakku, nyolatin pula, hanya Tuhan lah yang bisa membayar kebaikan," ujar Ida Riana.

 

(*)