Find Us On Social Media :

Sejarah Hari Kesehatan Nasional Setiap 12 November, Berawal dari Upaya Presiden Soekarno Memberantas Malaria

By Puput Akad Ningtyas Pratiwi, Senin, 12 November 2018 | 12:54 WIB

Sejarah Hari Kesehatan Nasional setiap 12 November ternyata berkaitan dengan upaya Presiden Soekarno memberantas malaria

Laporan wartawan Grid.ID, Puput Akad

Grid.ID - Tanggal 12 November rupanya tak hanya diperingati sebagai Hari Ayah di Indonesia, tetapi juga Hari Kesehatan Nasional.

Peringatan Hari Kesehatan Nasional tahun ini yang jatuh pada tanggal 12 November 2018 telah menginjak tahun ke-54.

Peringatan Hari Kesehatan Nasional pada 12 November 2018 ini mengambil tema 'Aku Cinta Sehat' dengan subtema 'Ayo Hidup Sehat Mulai dari Kita'.

Baca Juga : Peringati Hari Kesehatan Mental Dunia, Deepika Padukone Akui Pernah Alami Depresi

Diangkatnya tema tersebut dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional tahun ini agar menjadi momentum bagi semua insan untuk menyadari betapa pentingnya kesehatan.

Kesadaran tersebut hendaknya dimulai dari diri sendiri baru kemudian ditularkan kepada orang-orang tercinta di sekitarmu.

Ternyata terdapat kisah di balik penetapan tanggal 12 November sebagai Hari Kesehatan Nasional.

Sejarah Hari Kesehatan Nasional rupanya berkaitan erat dengan presiden pertama Indonesia, Presiden Soekarno.

Baca Juga : Sejarah Hari Ayah yang Diperingati di Indonesia Setiap 12 November, Ternyata Diprakarsai Oleh Kaum Ibu

Dilansir dari situs resmi depkes.go.id (12/11/2014), sejarah Hari Kesehatan Nasional berawal dari wabah penyakit malaria yang berjangkit di Indonesia pada tahun 1950-an.

Menilik sejarah pada dekade tersebut, penyakit malaria merupakan penyakit yang banyak diderita masyarakat indonesia.

Penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Anopheles ini termasuk penyakit berbahaya pada masa itu karena telah merenggut ratusan ribu korban jiwa.

Baca Juga : Sejarah Tradisi Trick or Treat dalam Perayaan Halloween, Awalnya untuk Memberikan Makanan kepada Para Hantu

Oleh karenanya, pemerintah yang pada waktu itu dipimpin oleh Presiden Soekarno berupaya melakukan pemberantasan malaria (malaria eradication) di seluruh penjuru wilayah Indonesia.

Dibentuklah sebuah lembaga yang dinamai Dinas Pembasmian Malaria pada tahun 1959.

Organisasi ini kemudian mengalami perubahan nama menjadi Komando Operasi Pemberantasan Malaria (KOPEM) pada Januari 1963.

Baca Juga : Sejarah Hari Dokter Nasional yang Diperingati Setiap 24 Oktober, Wujud Perjuangan Para Dokter Tanah Air Bagi Indonesia

Pembasmian malaria dilakukan dengan menggunakan insektisida berjenis Dichloro Diphenyl Trichloroethane (DDT) yang disemprotkan secara massal ke rumah-rumah di seluruh pulau Jawa, Bali, dan Lampung.

Presiden Soekarno turut terlibat dengan melakukan penyemprotan secara simbolis pada tanggal 12 November 1959 di Desa Kalasan, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Selanjutnya, untuk menanggulangi penyebaran penyakit malaria, pemerintah Indonesia juga memberikan pendidikan kesehatan atau penyuluhan kepada masyarakat di samping melakukan penyemprotan DDT.

Baca Juga : Malaria Dapat Mendeteksi Kanker Lebih Akurat, Ini Penjelasanya...

Lima tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1964, lebih kurang 63 juta penduduk telah mendapat perlindungan dari penyakit malaria.

Inilah yang menjadi titik awal kebersamaan seluruh komponen bangsa dalam pembangunan kesehatan di Indonesia.

Keberhasilan pemberantasan malaria pada 12 November 1964 ini kemudian diabadikan Hari Kesehatan Nasional yang pertama. 

Baca Juga : Ngeri! Demam Malaria Bisa Mengancam Dunia Lewat Asia Tenggara, Indonesia Masuk Nggak ya?

Itulah sejarah Hari Kesehatan Nasional yang diperingati setiap tanggal 12 November di Indonesia.

Selamat Hari Kesehatan Nasional, ayo hidup sehat, mulai dari kita! (*)

Baca Juga : Peringati Hari Kesehatan Mental Dunia, Deepika Padukone Akui Pernah Alami Depresi