Bau ini dapat dideteksi oleh nyamuk dari jarak hampir 100 kaki.
"Setiap orang mengeluarkan lebih dari 300 bahan kimia dari kulit, lebih dari 100 saat bernapas.
Baca Juga: Tiwi Eks T2 Ungkap Alasan Tak Undang Tubagus Wijaya Saat Launching Parfum
2. Bau badan
Senyawa yang dikeluarkan dari kulit direspon oleh nyamuk berdasarkan spesiesnya.
Menurut Bart nyamuk demam kuning dan nyamuk harimau Asia, misalnya, merespons dengan baik terhadap asam laktat dari kulit.
Sedangkan nyamuk malaria Afrika merespon campuran asam lemak.
Campuran dari masing-masing senyawa dan aroma tubuh yang kamu miliki menentukan seberapa besar kamu 'disukai' nyamuk.
Senyawa ini tergantung pada susunan genetikmu, status kesehatan, diet, pH kulit, dan mikroflora.
"Bakteri pada kulit memecah senyawa yang kita hasilkan melalui pori-pori kita, dan ini yang menciptakan bau 'menarik'," ujar Bart.
"Jadi sebenarnya bukan kita yang menarik nyamuk, tetapi bakteri di kulit kita." jelas Bart.
Baca Juga: Tiwi Eks T2 Ungkap Alasan Tak Undang Tubagus Wijaya Saat Launching Parfum
Ada banyak mitos tentang mengapa beberapa orang mengundang nyamuk datang dan tidak.
Beberapa orang secara keliru berpikir memiliki "darah manis" atau golongan darahmu adalah faktor pengundang.
Sedangkan yang lain percaya mengkonsumsi vitamin B atau makan bawang putih menangkal datangnya nyamuk.
Tetapi Brat menyatakan tidak ada data ilmiah yang mendukung klaim-klaim diatas.
(*)
| Source | : | Kompas,Rider's Digest |
| Penulis | : | Ruhil Yumna |
| Editor | : | Winda Lola Pramuditta |