Grid.ID - Musisi senior Fariz RM kini tengah tersandung kasus narkoba untuk keempat kalinya. Dia pun menyatakan niatnya untuk menjauh dari hiruk-pikuk dunia hiburan setelah terjerat kasus penyalahgunaan narkotika.
Hal tersebut diungkapkan Fariz saat memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis (26/6/2025).
Dalam keterangannya di hadapan majelis hakim, Fariz RM mengaku bersalah dan memohon agar diberikan kesempatan untuk menjalani rehabilitasi.
Di usia 66 tahun, ia ingin melepaskan diri dari dunia selebritas yang ia anggap penuh kekacauan dan memilih menjalani hidup tenang bersama keluarga.
"Usia saya 66 tahun. Saya sudah berniat, selepas masalah ini, saya akan lepas lingkup selebritas yang kacau balau. Saya akan bermusik saja, seperti Allah berkehendak. Saya ingin hidup lebih bahagia dengan keluarga yang mencintai saya," kata Fariz RM.
Ia juga menyampaikan harapan kepada majelis hakim untuk mengabulkan permohonan rehabilitasi. Dengan demikian, ayah tiga anak ini dapat diberi ruang untuk memperbaiki diri.
"Saya berharap majelis yang saya hormati akan memberikan kesempatan lagi dan peluang lebih bagi saya memperbaiki diri, punya waktu dengan Tuhan," lanjutnya.
Fariz tak menutupi bahwa label pada dirinya sebagai pengguna narkoba sudah lama melekat dalam dirinya. Namun, ia menegaskan telah berkali-kali mencoba lepas dari jeratan zat terlarang tersebut.
"Harus saya bicara jujur, isu sebagai pengguna narkotika sudah melekat kepada saya. Tapi bukan berarti saya tidak berusaha lepas dari kebiasaan buruk tersebut. Saya berusaha berkali-kali namun saya tetap mengakui kelemahan saya," tuturnya.
Terlepas dari hasil sidang nantinya, pelantun Sakura ini mengaku sudah ikhlas menerima apapun keputusan yang akan dijatuhkan majelis hakim.
"Apa pun itu (hukumannya), apa pun itu. Jelas saya bersalah. Sebagai muslim saya menyerahkan kepada Tuhan, dan sebagai terdakwa, saya serahkan kepada Pengadilan," tandasnya.
Baca Juga: Curhat di Pengadilan, Fariz RM Kecanduan Narkoba Sejak Muda Hingga Berjuang untuk Sembuh
| Penulis | : | Ragillita Desyaningrum |
| Editor | : | Okki Margaretha |