Find Us On Social Media :

Sukses Jadi Primadona dan Istri ke-5 Soekarno, Perjalanan Cinta Ratna Sari Dewi Dapatkan Hati sang Bapak Proklamator Dibuat Manga di Jepang Bertema Kiat Cari Jodoh

By Arif Budhi Suryanto, Sabtu, 11 Januari 2020 | 13:01 WIB

Ratna Sari Dewi dan Ir. Soekarno.

Melalui seorang relasi, Soekarno akhirnya bisa berkenalan dengan Naoko Nemoto hingga tiga tahun kemudian ia resmi dipersunting Bapak Proklamator Indonesia.

Setelah remi menikah, Naoko Nemoto akhirnya menetap di Indonesia dan mulai memeluk agama Islam.

Selain itu, ia juga memutuskan untuk mengubah namanya menjadi Ratna Sari Dewi Soekarno.

Baca Juga: Reynhard Sinaga Divonis Hukuman Mati, Ternyata Ayahnya Juga Pernah Jadi Buronan di Indonesia, Ini Kasus yang Menjeratnya

Dalam pernikahannya dengan Presiden Soekarno, Dewi Soekarno dikaruniai satu putri cantik bernama Kartika Sari Dewi Soekarno yang sekarang lebih dikenal dengan nama Carina.

Namun semenjak Soekarno tidak lagi menjabat sebagai presiden pada 1967, Dewi Sokarno lebih sering tinggal di Eropa dan menetap di beberapa negara sebelum akhirnya kembali ke Jepang pada 2008 dan menetap di sana hingga kini.

Dikenal sebagai pribadi yang “frontal”, Dewi Soekarno kini dipanggil Dewi Fujin (夫人/Fujin berarti “Janda”).

Baca Juga: Mengaku Cinta, Bocah 9 Tahun ini Nikahi Janda Usia 62 Tahun dengan 5 Anak: Ini Dampak yang Terjadi Akibat Pernikahan Dini

Dibuat Manga

Melansir dari Kompas, pejalanan cinta panjang antara Ratna Sari Dewi dengan Ir. Soekarno itu coba dihidupkan kembali oleh seorang mangaka bernama Keito.

Lewat akun Twitternya @keito000, ia mengumumkan proyek manga-nya pada 26 November 2019 lalu.

Manga yang diadaptasi dari autobiografi Ratna Sari Dewi berjudul Erabareru Onna ni Narinasai: Dewi Fujin no Konkatsuron ini akan dimulai dengan adegan saat Dewi Soekarno mengalami kilas balik masa lalunya bersama sang Bapak Proklamator Indonesia.

Saat itu, saat sedang membersihkan rumah, Dewi Soekarno tiba-tiba menemukan sebuah surat wasiat yang ditulis Ir. Soekarno pada 6 Juni 1962 itu.

Surat wasiat itu sendiri berisi pesan agar sang 'Mutiara dari Timur', julukan untuk Dewi Soekarno, dikuburkan bersamanya jika ia wafat suatu hari nanti.

(*)