Find Us On Social Media :

Gejala Baru Penyakit DBD, Ternyata Bukan Lagi Ditandai dengan Bintik Merah!

By None, Senin, 27 Januari 2020 | 20:16 WIB

Gejala Baru Penyakit DBD, Ternyata Bukan Lagi Ditandai dengan Bintik Merah!

Grid.ID – Nyamuk yang cepat berkembang biak di musim hujan membuat kita wajib waspada dengan penyakit demam berdarah dengue alias (DBD).

Salah satu caranya dengan memahami gejala penyakit DBD sejak dini sehingga bisa diobati sebelum parah.

Ada beberapa hal yang wajib kamu pahami soal gejala penyakit DBD yang ternyata tak lagi ditandai dengan binik merah pada kulit.

Kini DBD memiliki gejala baru.

Baca Juga: Perankan 'Nur' Dalam FIlm KKN fi Desa Penari Hingga Harus Syuting di Hutan Angker, Tissa Biani Ketempelan Makhluk Halus Setelah Syuting!

Menurut dr Hittoh Fattory SpA, dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Balikpapan, saat ini gejala khas untuk demam berdarah tidak seperti dulu, tidak ada lagi bintik merah di kulit dan sebagainya.

"Itu tidak terlalu terlihat, dan tidak mesti keluar seperti itu," ungkap , dr Hittoh dilansir Grid.ID dari Tribun Kaltim, Senin (27/1/2020).

Jadi, kata dokter Kittoh menegaskan, gejala khas DBD tidak seperti dulu lagi, yang ditandai timbul bercak-bercak merah di tubuh, atau terjadi pendarahan kulit, atau biasanya pasien mengalami mimisan ditandai keluar darah dari lubang hidung.

"Sekarang tidak semua pasien mengalami gejala seperti itu. Jadi kalau demam panas harus sudah dicek dengan laboratorium, karena gejala demam berdarah salah satunya panas tinggi hingga 40 derajat, harus dilakukan observasi di rumah sakit," kata Hittoh.

Baca Juga: Keji! Kambing Betina Hamil ini Mati Setelah Diperkosa 8 Pria, Perilaku Seks Menyimpang yang Melibatkan Hewan Bisa Terjadi Sejak Kecil

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Balikpapan Sri Soetantinah mengatakan hal serupa.

Tantin sapaan Sri Soetantinah, menyebutkan, saat ini gejala demam berdarah tidak seperti dulu, selalu ditandai bintik-bintik merah keluar.

"Indikasinya sudah berubah, intinya semua harus waspada. Termasuk dalam kata siaga. Memang sudah siaga, namun untuk kategori kasus luar biasa ( KLB) belum," kata Tantin.

Ada prosedurnya jika wabah dicanangkan KLB, satu di antaranya ada peningkatan kasus dua kali lipat dalam kurun waktu tertentu. Ada kurun waktu tertentu.

Menurut Dokter Hittoh, anak penderita DBD pasti mengalami gejala demam.

Namun tidak hanya demam, ada beberapa gejala lain yang harus diperhatikan.

Baca Juga: Dulu Mati-matian Ingin Rayakan Ultah Al Ghazali Sampai Nekat Lompati Pagar Rumah Ahmad Dhani, Maia Estianty Bahagia Dapat Kejutan Manis dari Kedua Putranya di Hari Jadinya ke-44

Dan untuk memastikan apakah anak terjangkit DBD, sebaiknya dilakukan tes darah. Menurutnya ada beberapa fase yang harus diperhatikan, yaitu fase saat pasien kritis.

Biasanya, fase kritis ini pasien yang awalnya demam, akan turun secara perlahan.

Saat panas turun, biasanya pasien justru tambah lemas. Pada fase ini, pasien mengalami panas selama tiga hari, dan pada hari ke tujuh fase penyembuhan.

"Fase kritis itu biasanya suhu tubuh mulai turun, ini harus lebih waspada saat panas turun, khususnya pada anak-anak yang demamnya turun, namun anaknya tambah lemas, tidak mau makan dan minum. Berbeda dengan anak sehat jika panas turun, mereka (anak) kembali bermain dan berlari-lari," ujarnya.

Hittoh melanjutkan, jika observasi di rumah sakit menunjukkan kesehatan cukup bagus, pasien hanya di rawat jalan.

Baca Juga: Inilah Istana Mewah Milik Aisyahrani yang Tak Kalah Mentereng dari Punya Syahrini, Ada Dapur di Samping Kolam Renang!

"Kalau indikasi rawat inap biasanya panas kurang dari tujuh hari, ada didapatkan gejala yang harus diwaspadai, di antaranya adanya panas yang disertai muntah terus-menerus, nyeri perut, dan adanya penumpukan cairan di paru dan perut, didapatkan adanya peningkatan hematocrit (penurunan pada trambosit)," ujarnya.

Hematokrit (Hct) adalah persentase sel darah merah terhadap volume darah total. Nilai normal Hematokrit untuk pria 40% - 50% atau 0,4 - 0,5 sedangkan perempuan 35% - 45% (0,35 sampai 0,45).

Masih menurut penjelasan dr Hittoh, indikasi penurunan trambosit di bawah 100 ribu.

Jika trombosit berada di bawah level 100 ribu, observasi harus dilakukan rumah sakit, sedangkan trombosit di atas 100 ribu, diperbolehkan rawat jalan, dengan syarat tanpa ada gejala.

Seperti pasien dapat minum air putih dengan baik, dan aktivitasnya seperti biasa. (*)

Artikel ini sudah tayang di Nakita.Id dengan judul "Ternyata, Inilah Gejala Baru DBD, Tak Ada Lagi Bintik Merah di Kulit".