Find Us On Social Media :

Pejuang HAM di China Dipenjara 2 Tahun Tanpa Kabar, Istrinya Kini Lakukan Aksi Protes Jalan Kaki Sejauh 100 Km!

By Aditya Prasanda, Jumat, 6 April 2018 | 11:39 WIB

Li Wenzu bersama istri para korban 'Pemberangusan 709' | RFA.org

"Mereka memberangus hak-hak kami sebagai warga negara dan manusia dan dengan kejamnya menahan seseorang yang tidak bersalah tanpa kejelasan"

Grid.ID - Ratusan purnama telah dilewati, Rabu (4/4/2018) tepat dua setengah tahun lalu, seorang pengacara bernama Wang Quanzhang ditahan tanpa aba-aba oleh pemerintah otoriter China.

Apa pasal? Wang merupakan satu dari 200 pegiat HAM yang memprotes kediktatoran orang nomor satu China hari ini, Presiden Xi Jinping.

'Pemberangusan 709' - demikian semua orang mengenangnya - program pemerintah China ini telah memenjarakan ratusan pegiat HAM yang dituduh subversif dan tak sejalan dengan agenda pemerintah, termasuk para pengacara yang mengusut pelanggaran HAM yang dilakukan rezim diktator China.

Pemberangusan kebebasan berpendapat di negeri tirai bambu itu secara nyata dilakukan pemerintahnya melalui program yang dimulai tanggal 9 Juli 2015 itu.

Kasus Pembunuhan Pensiunan TNI AL di Cilandak, Sains Menjelaskan Karakter Khas Para Pembunuh yang Berbeda dari Manusia Normal

Sejak ditahan Agustus 2015, Wang Quanzhang bak lenyap ditelan bumi.

Tak sebutir informasi pun dapat diterima istrinya, Li Wenzu terkait nasib sang suami.

Bahkan pengacara yang ditunjuk mendampingi Wang dilarang bertemu dengannya.

Sang istri, Li Wenzu bahkan tidak tahu apakah suaminya masih hidup atau tidak.

Warga Panik dengan Kemunculan Harimau Bonita, Inikah Penyebab Harimau Berubah Agresif Menyerang Manusia?

Tak patah arang, Rabu (04/04), Li Wenzu akan menggelar aksi protes dengan berjalan sejauh 100 Km dari Beijing menuju Tianjin, tempat suaminya ditahan.