Find Us On Social Media :

Soal Ratusan Karyawan Pabrik Rokok Sampoerna yang Dikarantina, Risma Angkat Bicara: Saat Itu Sudah PDP, tapi 2 Karyawan Kerja Jadi Nulari..

By Arif Budhi Suryanto, Jumat, 1 Mei 2020 | 11:15 WIB

Wali Kota Surabaya Risma mengatakan kasus Covid-19 di pabrik rokok Sampoerna bermula dari 2 PDP yang nekat bekerja

Menurut Risma, kasus ini dipicu oleh kurangnya pengawasan pihak puskesmas yang saat itu menangani pasien.

Baca Juga: Ribuan Ubur-ubur Menyerbu dan Memenuhi PLTU di Probolinggo, LIPI Berikan Penjelasan Terkait Fenomena Tersebut!

"Jadi, yang di awal itu, waktu itu kan puskesmas nangani sendiri, jadi pengawasannya kurang,"

"Sehingga, dia tetap kerja, sebetulnya dia (pasien Covid-19 yang meninggal) sudah PDP saat itu," terang Risma.

Risma pun menyampaikan, saat ini pihak Pemkot sedang melakukan tracing atas temuan kasus positif Covid-19 di pabrik rokok Sampoerna.

Baca Juga: Pasien Positif Covid-19 yang Kabur Lewat Jendela Ruang Isolasi RSUD Praya Ternyata Sempat Mampir ke Masjid untuk Salat!

Sementara, 323 karyawan yang sudah menjalani rapid test kini tengah menjalani isolasi di salah satu hotel di Surabaya.

"Makanya mereka (karyawan Sampoerna) dimasukkan hotel (menjalani karantina) dan semua biaya ditanggung Sampoerna," pungkasnya saat ditemui di SDN Ketabang 1 Surabaya, Kamis (30/04/2020).

Update Kasus di Surabaya

Baca Juga: Pintunya Diketuk Malam Hari, Istri Marbot Masjid di Bogor Langsung Gemetaran Lihat Presiden Jokowi Muncul Sambil Bawa Bantuan Tunai: Bahagia Banget, Sempat Enggak Percaya!

Sebagai tambahan informasi, jumlah kasus Covid-19 di Surabaya mengalami peningkatan per Kamis (30/04/2020) pagi.