Find Us On Social Media :

Di Luar Dugaan! Ternyata Ini Rahasia Oreo Supreme Sangat Diincar Pembeli Meski Dijual dengan Harga Rp 256 Juta Satu Bungkus

By Devi Agustiana, Jumat, 15 Mei 2020 | 18:20 WIB

Di Luar Dugaan! Ternyata Ini Rahasia Oreo Supreme Sangat Diincar Pembeli Meski Dijual dengan Harga Rp 256 Juta Satu Bungkus

Supreme adalah perusahaan raksasa streetwear yang berawal dari toko skater dan hip hop bawah tanah di Manhattan, New York, yang dibuat oleh James Jebbia pada 1994.

Baca Juga: Kehidupan Ayah Angkat Syahrini Sempat Jadi Misteri, Mantan Kekasih Laurens Kini Buka Suara: Dia Playboy, Kerja di Pelayaran, Pernah Dipenjara...

Dari toko kecil, Supreme berkembang menjadi raksasa dengan toko yang tersebar di berbagai negara.

Supreme bahkan berhasil menjadi pop culture dengan nilai perusahaan mencapai ratusan juta dollar AS.

Keberhasilan Supreme tak lain karena jurus marketing yang jitu.

Tertulis di CBR, Supreme menjalin kerja sama dengan banyak selebriti dan atlet seperti Odell Beckham Jr. dan The Muppets.

Baca Juga: Berhasil Terhipnotis Kata-kata yang Keluar dari Mulut Vicky Prasetyo, Jenita Janet: Aku Ngerasa Setiap yang Dia Omongin Bener

Salah satu hal yang juga menyebabkan produk-produk Supreme termasuk Supreme Oreo menjadi mahal adalah faktor eksklusivitasnya.

Barang-barang ini dirilis dalam jumlah sangat sedikit dalam periode musiman.

Kebanyakan dibeli oleh para reseller dalam hitungan menit atau bahkan detik ketika diluncurkan.

Kaum ‘hypebeasts’, begitulah orang-orang memanggil penggemar Supreme.

Baca Juga: Denny Cagur Kepergok Masih Simpan Nomor Telepon Mantannya, Shanty Widihastuti Berikan Tanggapan Mengejutkan!

Mereka menguasai pasar Supreme dan menyebabkan barang-barang sederhana seperti Oreo atau helm motor bisa dihargai sekitar 100 hingga 10.000 dollar AS.

Fenomena Supreme Oreo ini juga memperlihatkan betapa spektakulernya animo terhadap benda apa pun dengan label Supreme.

Dan mungkin juga menunjukkan betapa orang-orang ingin terlihat keren, bukan saja melalui sepatu, tas, atau busana mahal, tapi juga lewat biskuit berharga selangit.

(*)