Find Us On Social Media :

Awas Salah Bersihkan Vagina Bisa Bawa Petaka! Begini Cara yang Benar, Tidak Seperti yang Sering Kita Lakukan

By Devi Agustiana, Minggu, 12 Juli 2020 | 10:00 WIB

Cara tepat bersihkan vagina.

Laporan Wartawan Grid.ID, Devi Agustiana

Grid.IDOrgan intim merupakan aset berharga bagi manusia.

Wilayah ini memang cukup sensitif, maka kita tidak boleh asa-asalan merawatnya.

Sebagai wanita, menjaga kesehatan dan kebersihan organ intim kewanitaan memang perlu perhatian lebih.

Sebab, bila kita abai menjaga kebersihan dan kesehatan vagina, itu sama saja kita mengundang masalah.

Baca Juga: Imbas Pandemi, Anji Batal Menjadi Kepala Sekolah

Jadi sebelum masalah kesehatan vagina ini menyerang organ intim kewanitaan kita, ada baiknya kita mulai rajin menjaganya.

Salah satu cara yang paling mudah, adalah dengan mengetahui cara membersihkan vagina yang benar agar bagian tubuh yang dimiliki perempuan ini menjadi bersih dan sehat.

Lantas, bagaimana langkah-langkah membersihkan vagina yang benar?

Apa jenis pembersih vagina yang setiap hari kamu gunakan, sabun biasa atau pembersih khusus?

Baca Juga: Atta Halilintar Akan Segera Mempersunting Aurel Hermansyah, Anang Hermansyah: Aku Nggak Ikhlas Sih, Banyak yang Ngeganjel

Berapa takarannya di setiap pemakaian?

Semoga kamu sudah paham hal-hal penting seperti ini.

Yang perlu kamu tahu, informasi yang salah tentang cara mencuci vagina dapat membuat area intim itu gatal atau jadi sarang jamur.

Tentu, kamu takut kan ini terjadi.

Begitu pun semua wanita di seluruh dunia.

Baca Juga: Sementara Covid-19 Mengejutkan Jagat Raya hingga Mengubah Cara Hidup Umat Manusia, Profesor Ini Bilang 'Sudah Tidak Kaget,' Kok Bisa?

Oleh karena itu, mari pahami vagina kamu supaya tahu cara membersihkannya dengan tepat.

Dilansir Grid.ID dari Kompas.com, begini cara membersihkan vagina yang benar:

1. Hanya perlu membersihkan vulva

Bagian vagina yang perlu dibersihkan hanya bagian vulva, termasuk labira mayora dan minora (bibir vagina luar dan dalam, yang besar maupun yang kecil).

Bagian dalam vagina (mulai dari lubang hingga masuk ke dalam tubuh) mampu membersihkan dirinya sendiri.

Demikian kata Jessica Shepherd, MD, pakar kebidanan dan kandungan University of Illinois di Chicago.

Tak perlu mengutak-atik bagian dalam agar tak merusak flora vagina.

Baca Juga: Kopaska TNI AL Tempati Urutan ke 4 Sebagai Pasukan Elite dengan Tampilan Paling Menyeramkan di Dunia, Nomor 1? Mereka Dijuluki 'Pasukan dari Neraka'!

2. Memiliki pH antara 3,5-4,5

Vagina seharusnya punya pH antara 3,5-4,5.

Ini harus dijaga agar flora yang baik tetap hidup dan jamur serta bakteri "enggan mampir".

Ketika kamu membersihkan vagina dengan cairan pembersih tubuh yang mengandung parfum (pH antara 7-8), berarti kamu sudah merusak pH normal vagina.

Ini bisa menyebabkan gatal-gatal, iritasi, dan bau tak sedap.

"Pembersih tanpa pewangi adalah pilihan terbaik karena tidak mengandung zat yang berpotensi menyebabkan iritasi," kata Sheperd.

Baca Juga: Muak dengan Tingkah Agresif China, India dan Filipina Bersekutu untuk Melawan Negeri Ginseng Tersebut di Laut China Selatan, Mereka Bahkan Dapat Bantuan dari AS dan Inggris!

Selain itu, sabun padat lebih baik dari sabun cair karena tidak mengandung alkohol setinggi sabun cair.

Namun, yang terbaik adalah pembersih khusus dengan pH 3,5-4, tidak berpewangi, dan tidak mengandung alkohol.

Perhatikan jika ada perubahan pada vagina berupa gatal, kering, atau cairan kental tak wajar.

Mungkin itu bisa jadi infeksi jamur.

Baca Juga: Sebelum Cerai, Veronica Tan Tawari Ahok Kompromi dengan Keberadaan Orang Ketiga

3. Perhatikan frekuensi

Jika frekuensi kamu membersihkan vagina kurang, mungkin masih ada sisa keringat dan sekresi yang tersisa.

Jika vagina dibersihkan secara berlebihan, kamu bisa mengganggu keseimbangannya.

Membersihkan vagina dengan tangan juga lebih baik ketimbang memakai loofah.

Tekstur loofah bisa membuat luka dan jika pasangan kamu berisiko penyakit menular seksual, itu mudah menular lewat luka tadi.

Bersihkan vagina satu atau dua kali sehari sudah cukup.

Baca Juga: Hasrat Ayu Ting Ting Operasi Plastik di Korea Makin Menggebu, Nikita Mirzani Sentil sang Biduan yang Sempat Dijuluki Pelakor Sultan Andara: Habis Itu Cari yang Sultan Beneran Yah

4. Keringkan dengan benar

Keringkan dengan saksama menggunakan handuk yang bersih dan lembut.

Jangan digosok-gosok, cukup tempelkan handuk sampai area intim kamu benar-benar kering.

Jaga area intim tetap kering dengan mengganti panty liner atau celana dalam dua hingga tiga kali sehari dalam kondisi normal.

Lebih lanjut, diwartakan oleh Nova, ketika mandi dan buang air, upayakan untuk membersihkan organ intim dari arah depan ke belakang.

Jangan membasuh vagina dari belakang ke depan karena akan berisiko memindahkan mikroba dari area anus ke vagina dan saluran kemih.

Baca Juga: Nikah Muda dengan Najwa Shihab di Usia 20 Tahun, Ibrahim Assegaf Ternyata Sempat Dapat Ancaman dari Sang Mertua

Lalu, bila memungkinkan, cobalah basuh vagina dengan air hangat untuk memberi efek rileks.

Sementara itu, khususnya saat haid, kebersihan vagina tentu memerlukan perhatian dua kali lebih ekstra.

Ganti pembalut kita setidaknya setiap empat jam sekali untuk memastikan vagina tetap bersih dan tidak lembap.

Hindari terlalu sering menggunakan pantyliners karena bisa membuat vagina tidak bisa “bernapas” bebas.

Alhasil, organ intim kewanitaan bisa menjadi lembap dan memicu mikroba untuk berkembang biak.

(*)