Find Us On Social Media :

Hendak Berangkat ke Masjid untuk Salat Subuh, Guru Ngaji di Bekasi Jadi Korban Pembegalan

By Novia, Minggu, 22 November 2020 | 20:43 WIB

Ilustrasi pembegalan

Saat terjatuh, korban langsung dihadang dan diacungkan celurit hingga membuatnya ketakutan.

"Korban tukut, dia reflek menjauh dari kendaraan, HP-nya (ponsel) saat dia disenggol juga turut jatuh," terang Dirga.

Baca Juga: Sadis Tiada Ampun, Seorang Suami Nekat Tikam Istrinya yang Masih di Bawah Umur hingga Puluhan Kali

Alhasil dua kawanan begal itu berhasil membawa lari satu ponsel dan kendaraan yang digunakan korban.

Terekam dalam CCTV, rupanya kawanan begal tersebut tak hanya dua orang saja.

Setelah berhasil melarikan motor dan ponsel korban, empat pelaku lain terlihat membantu mensukseskan tindak begal tersebut.

Namun sayang dari bukti CCTV, Polsek Pondok Gede dan tim unit reskrim masih kesulitan melakukan mengungkap kasus dan mengidentifikasi pelaku.

"Unit reskrim telah melakukan penyelidikan namun belum ada saksi yang menyaksikan kejadian karena situasi dan kondisi yang sangat sepi," tuturnya.

"Serta CCTV yang kurang jelas sehingga belum dapat mengidentifikasi wajah dan nopol (nomor polisi) kendaraan sepeda motor pelaku," tandasnya.

Baca Juga: Sebut Hubungan Bekas Istrinya dengan Vicky Prasetyo Lawak bak Srimulat, Deddy Corbuzier Peringatkan sang Gladiator agar Tak Sentuh Azka: Vicky Jangan Urus Anak Gue!

Sementara itu melansir informasi dari Kompas.com, kawanan begal di Jakarta akhir-akir ini justru mengincar para pesepeda.

Ketua Presidium IPW, Neta S Pane mengatakan, polisi harus menggelar patroli secara berkala untuk menangani kasus pembegalan sepeda agar tidak berkembang.

Tak terkecuali pada akhir pekan saat umumnya banyak pesepeda melintas di beberapa ruas jalan Jakarta.

"Polri juga perlu mengintensifkan patroli pada momen-momen pesepeda muncul, seperti pada hari Sabtu dan Minggu," kata Neta, Selasa (3/11/2020).

Neta S Pane menilai, begal yang menyasar pesepeda karena melihat kesempatan, mulai dari tempat yang sepi hingga korban yang membawa barang berharga.

Menurut Neta, pelaku bukan hanya untuk mengambil barang berharga tetapi juga melukai korban.

(*)