Find Us On Social Media :

Cerita Masa-Masa Sekolah, Nadiem Makarim Mengaku Sempat Depresi Gara-Gara Sikap Gurunya : Kayak Nge-bully Saya di Kelas

By Mia Della Vita, Sabtu, 28 November 2020 | 18:30 WIB

Cerita masa sekolahnya, Nadiem Makarim mengaku sempat depresi gara-gara sikap gurunya.

Laporan Wartawan Grid.ID, Mia Della Vita

Grid.ID - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menceritakan masa sekolahnya saat live Instagram bersama Maudy Ayunda, Jumat (29/11/2020).

Nadiem Makarim mengaku pernah merasa depresi karena sikap salah seorang gurunya di sekolah.

Kata Nadiem Makarim, guru tersebut selalu kesal ketika ia melontarkan banyak pertanyaan.

"Guru di saat saya paling tidak suka adalah guru yang selalu kesal kalau saya mau nanya-nanya terus."

"Mungkin ada hal yang dia bilang kurang setuju atau saya sudah baca dan nggak sesuai 100 persen. Saya tanya dong."

"Lalu guru itu lama-lama kelihatan frustrasi dan mulai kayak nge-bully saya di depan kelas. Saya pernah mengalami itu."

"Saya bisa lumayan sampai depresi dengan guru itu, karena setiap masuk kelas, ia kayak mau menarget saya," ceritanya.

Baca Juga: Gelontorkan Dana Rp 9 Triliun untuk Siswa sampai Dosen, Nadiem Makarim Jawab Kecemasan Masyarakat: Saya Tidak akan Berhenti di Sini!

Nadiem menambahkan, sewaktu diajar guru tersebut, ia mendapatkan berbagai perlakuan kurang menyenangkan.

Sebut saja seperti tidak diperbolehkan berbicara dan kerap diolok-olok.

Ketika ditanya lebih detail oleh Maudy soal peristiwa itu, Nadiem mengaku mengalaminya sewaktu duduk di kelas 10.

Namun syukurnya tidak semua guru memperlakukan Nadiem seperti itu.

Baca Juga: Tak Punya Smartphone hingga Terpaksa Utang untuk Beli Paket Internet, Siswi SD di Madura Curhat ke Nadiem Makarim soal Kebijakan Belajar di Rumah: Meski Saya Dilahirkan dari Keluarga Kurang Mampu, Saya Ingin Lulus dengan Baik

Ada juga guru yang keras tetapi sangat mendorong perkembangan Nadiem.

"Salah satu guru favorit saya itu, guru bahasa Inggris saya sewaktu di SMA."

"Dia itu keras banget sama saya tetapi ia merasa saya punya bakat dalam menulis dan menganalisa."

"Jadi kalau saya sedikit saja kendor, dia akan langsung bilang, 'Ini gimana, saya tahu kamu bisa lebih baik dari ini.'"

"Dia tidak pernah menghina saya. Jika pun marah, ia marah berbasis kepercayaan bahwa saya bisa lebih dari yang sekarang," ungkapnya.

Baca Juga: Beri Imbauan pada Para Pegawai yang Masih Berkeliaran, Nadiem Makarim: Setiap Kali Keluar Rumah, Kita Bisa Mengancam Nyawa Orang Lain!

Menurut Nadiem, kepercayaan sang guru terhadap dirinya membuat ia juga yakin pada kemampuannya sendiri.

"Jadi lama-lama saya juga mulai percaya sama diri saya. Ya nggak apa-apalah, ia tekan saya untuk terus berkinerja, tetapi ia percaya pada saya," katanya.

(*)