Find Us On Social Media :

Mata Minus Dapat Disembuhkan dengan Operasi Lasik, Seperti Ini Prosedurnya

By Ragillita Desyaningrum, Jumat, 29 Januari 2021 | 13:23 WIB

Lelah berketergantungan dengan kacamata dan lensa kontak? Kamu bisa melakukan prosedur operasi lasik untuk membuat matamu normal lagi.

 

Laporan Wartawan Grid.ID, Ragillita Desyaningrum

Grid.IDOperasi lasik pernah sangat populer di kalangan selebriti yang mempunyai mata minus.

Sejumlah selebriti seperti Pamela Bowie, Aurel dan Azriel Hermansyah, hingga Krisdayanti disebut telah melakukan operasi lasik untuk mengembalikan penglihatan mereka seperti semula.

Melansir dari Tribunnews.com, lasik merupakan singkatan dari laser-assisted in situ keratomileusis yang meliputi proses pembukaan lapisan kornea atau flap (in situ) dan pembentukan kembali jaringan kornea yang lebih sehat (keratomileusis).

Baca Juga: Awas, Hobi Rebahan Bisa Jadi Petaka Buat Kesehatan, Ini 7 Akibat Kalau Tubuh Kita Kurang Gerak

Dikutip dari WebMD via Kompas.com, operasi lasik mata bertujuan mengoreksi penglihatan dengan cara membentuk kembali kornea mata.

Setelah dikoreksi atau diperbaiki, bagian depan mata ini kembali jernih sehingga cahaya dapat fokus pada retina yang terletak di belakang mata.

Namun, menurut dokter spesialis mata dari Jakarta Eye Center, Setiyo Budi Riyanto, kemampuan operasi lasik untuk membuat nol kembali gangguan refraksi pada mata tergantung pada kecanggihan teknologinya.

"Semakin canggih teknologi lasik yang digunakan, semakin bisa memulihkan gangguan refraksi pada mata," ujar dr Setiyo seperti yang dikutip Grid.ID dari Kompas.com

Selain itu, tidak semua orang dengan gangguan mata rabun dapat menjalankan operasi lasik ini.

Seperti yang diwartakan oleh Kompas.com, berikut adalah orang-orang yang tidak disarankan menjalani operasi lasik mata:

- Usia kurang dari 18 tahun

- Ibu hamil atau menyusui

- Mengonsumsi obat tertentu

- Kondisi kornea terlalu tipis dan tidak rata

- Mengidap penyakit glaucoma

- Mata sangat kering

- Penderita penyakit diabetes, lupus, atau rheumatoid arthritis

Baca Juga: Ini 5 Jenis Makanan yang Pantang Dikonsumsi oleh Penderita Asam Urat

Persiapan sebelum operasi

Umumnya, sebelum melakukan operasi, dokter akan meminta pasien untuk menjalani sejumlah pemeriksaan untuk melihat kondisi pasien.

Dalam proses pemeriksaan, pasien perlu menyampaikan riwayat kesehatan, kondisi kesehatan terkini, serta menyampaikan obat yang sedang dikonsumsi.

Selanjutnya, pasien diminta untuk melakukan pemeriksaan mata meliputi pengukuran ketebalan kornea, refraksi, dan tekanan mata.

Jika seluruh pemeriksaan menunjukan hasil yang baik, maka dokter akan menjadwalkan waktu operasi.

Dokter juga akan meminta pasien untuk tidak mengenakan lensa kontak keras atau jenis rigid gas-permeable (RGP) setidaknya selama tiga minggu sebelum operasi.

Persiapan operasi

Di hari operasi, dokter tentunya akan kembali memeriksa kondisi pasien untuk meyakinkan bahwa pasien benar-benar dalam keadaan sehat.

Setelah itu, sesaat sebelum operasi, dokter tentunya akan memberikan obat bius berupa obat tetes mata.

Umumnya, keseluruhan operasi lasik hanya berlangsung sekitar 20 menit.

Persiapan setelah operasi

Seperti halnya operasi lainnya, operasi lasik juga dapat menimbulkan risiko dan efek samping setelah operasi di antaranya adalah:

- Silau

- Muncul lingkaran cahaya di sekitar objek penglihatan

- Susah melihat dengan jelas di malam hari atau kondisi penglihatan naik turun

- Mata kering

- Mata gatal

- Mata jadi lebih sensitif pada cahaya

- Muncul memar kecil di mata

Namun, jangan khawatir karena efek samping atau risiko operasi lasik mata ini tidak dialami semua pasien

Kalaupun kamu mengalami efek samping seperti yang disebutkan di atas, umumnya kondisi tersebut juga bisa sembuh setelah beberapa saat.

(*)