Find Us On Social Media :

Hari Tuberkolosis Sedunia, Ternyata Indonesia Negara Dengan Beban TB Tertinggi Nomor Tiga di Dunia! Yuk, Kenali Lagi Gejala Penyakit Ini

By Ragillita Desyaningrum, Rabu, 24 Maret 2021 | 19:11 WIB

Kasus tuberkolosis di Indonesia diperkirakan mencapai 845.000 kasus dengan angka kematian mencapai 93.000 kasus.

Laporan Wartawan Grid.ID, Ragillita Desyaningrum

Grid.ID – Dalam memperingati Hari Tuberkolosis (TB) Sedunia setiap 24 Maret, wakil presiden RI Ma’ruf Amin mengingatkan betapa seriusnya penyakit ini.

Menurut pernyataan Ma’ruf, Indonesia merupakan negara dengan beban penyakit tuberkolosis (TB) tertinggi ketiga di dunia dengan perkiraan 845.000 kasus.

Dari 845.000 kasus, tercatat bahwa angka kematian mencapai 93.000 kasus.

Baca Juga: Ustaz Maaher At-Thuwailibi Sempat Menderita TB Usus Sebelum Meninggal, Bagaimana Gejala dan Penyebabnya?

"Indonesia merupakan negara dengan beban tuberkulosis tertinggi ketiga di dunia setelah India dan China," kata Ma'ruf di acara peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia secara virtual, Rabu(24/3/2021) yang dikutip dari Kompas.com.

Ma’ruf juga menyampaikan bahwa dari jumlah kasus tuberkolosis di Indonesia, baru 68 persen yang sudah ditemukan obatnya.

Artinya, 32 persen lainnya yang belum ditemukan obatnya berpotensi menjadi sumber penularan bagi masyarakat.

Baca Juga: Sedang Viral di Medsos, Ternyata Pemeran Bu Tejo Film Tilik Pernah Berjuang Mati-matian Lawan Penyakit TBC, Ini 4 Makanan yang Harus Dihindari! Salah Satunya Acar

Selain itu, menurut laporan WHO tahun 2020, ada sekitar 1,4 juta orang yang meninggal akibat penyakit ini pada tahun 2019.

Mengingat betapa bahayanya penyakit menular ini, penting untuk membangkitkan kembali kesadaran masyarakat terhadap penyakit tuberkolosis.

Melansir Healthline, tuberkolosis sendiri adalah penyakit infeksi yang utamanya menyerang paru-paru dan disebabkan oleh bakteri bernama Mycobacterium tuberculosis.

Penyakit ini dapat menular dengan mudah melalui droplet pada udara dan dapat ditularkan ketika bersin, batuk, ataupun berbicara.

Beberapa orang yang terinfeksi tuberkolosis tidak mengalami gejala apapun atau disebut dengan TB laten yang tidak aktif.

Meski begitu, kondisi ini dapat berkembang menjadi penyakit TB aktif.

Baca Juga: Waspada dengan TBC, 842 Ribu Orang Indonesia Tak Sadar Mengidapnya, Seperti Apa Gejalanya?

Adapun gejala-gejala umum yang dialami oleh penderita TB aktif biasanya berkaitan dengan pernapasan, termasuk batuk darah.

Penderita tuberkolosis biasanya juga mengalami batuk dan nyeri saat batuk selama lebih dari tiga minggu.

Selain itu, ada gejala-gejala lainnya seperti kelelahan, demam, berkeringat saat malam, kehilangan nafsu makan, dan penurunan berat badan.

Baca Juga: Gara-gara Asap Rokok, Istri Indra Bekti Pernah Koma 3 Hari Hingga Terancam Hilang Ingatan Karena Paru-parunya Menghitam: Aku Sudah Nggak Bisa Napas...

Parahnya, penyakit ini tidak hanya menyerang paru-paru saja, melainkan organ vital lainnya seperti ginjal, otak, hingga sumsum tulang belakang.

Masih mengutip Healthline, penyakit tuberkolosis lebih rentang menginfeksi orang-orang tertentu, terutama orang yang merokok dan menggunakan narkoba.

Selain itu, orang-orang dengan penyakit diabetes, ginjal, kekurangan gizi, serta beberapa jenis kanker tertentu juga berisiko menderita tuberkolosis.

Salah satu bentuk pencegahan penyakit ini adalah dengan mendapatkan vaksinasi BCG atau Bacillus Calmette-Guerin.

Meski begitu, vaksin itu hanya dapat melindungi beberapa jenis TB saja.

Baca Juga: Bertahun-tahun Tak Sadar Mengidap TBC dan Hepatitis B, Amitabh Bachchan: 75 Persen Hatiku Tak Berfungsi!

 

(*)