Find Us On Social Media :

Jangan Kaget! Ini yang Akan Terjadi Pada Tubuh Ketika Kamu Berhenti Melakukan Diet Keto

By Ragillita Desyaningrum, Kamis, 15 April 2021 | 16:43 WIB

Diet keto masih menjadi perdebatan di antara pakar kesehatan karena di satu sisi dapat menurunkan berat badan dengan cepat, namun di sisi lain dapat membahayakan tubuh.

Laporan Wartawan Grid.ID, Ragillita Desyaningrum

Grid.ID – Demi menurunkan berat badan, banyak orang yang melakukan berbagai jenis diet, salah satunya diet keto.

Mengutip Kompas.com, diet keto menganut pola makan rendah karbohidrat dan tinggi lemak di mana pelakunya hanya boleh mengonsumsi 20-50 gram karbohidrat per hari.

Artinya, demi memenuhi aturan ini, pelaku diet menghindari memakan makanan dengan karbohidrat tinggi seperti nasi, roti, atau kentang.

Baca Juga: Benarkah Diet Keto Justru Bikin Gairah Bercinta Menurun?

Tak hanya menghindari makanan tinggi karbohidrat, pelaku diet keto juga harus menghindari buah-buahan, kacang-kacangan, lentil dan sayuran tertentu yang tinggi karbohidrat.

Sebagai gantinya, pelaku diet keto mengonsumsi makanan seperti alpukat atau ikan berlemak.

Ide utama diet keto yang mengurangi asupan karbohidrat dimaksudkan agar tubuh memasuki ketosis dan membakar lemak di dalam tubuh sebagai bahan bakar energi, bukan glukosa.

Baca Juga: 7 Selebriti yang Menganut Diet Keto, Salah Satunya Ivan Gunawan!

Meski banyak orang yang berhasil menurunkan berat badan dengan metode diet keto, para pakar kesehatan banyak yang memperdebatkan diet ini.

Menurut mereka, penurunan berat badan yang terjadi pada pelaku diet keto sebenarnya berasal dari defisit kalori dan bukan karena membatasi karbohidrat.

Para pakar kesehatan juga sangat tidak menganjurkan diet ini, terutama pada mereka yang aktif berolahraga.

Baca Juga: Ketahui Latihan Fisik yang Diperbolehkan Untuk Diet Keto, Nggak Boleh Sembarangan nih!

Mengutip The Daily Meal, ada beberapa bahaya bagi tubuh apabila tubuh kekurangan karbohidrat karena melakukan keto diet, di antaranya:

Sembelit

Kebanyakan makanan yang mengandung karbohidrat seperti gandum utuh, buah dan sayur juga dilengkapi dengan tinggi serat.

Sedangkan jika pelaku diet keto menghindari makanan tersebut, tubuh meraka otomatis juga tidak mendapatkan cukup serat untuk membantu proses pencernaan.

Baca Juga: Sering Digunakan untuk Kecantikan, Siapa Sangka Lidah Buaya Ternyata Juga Bermanfaat untuk Kesehatan Tubuh, Salah Satunya Mengobati Sembelit!

Bau mulut

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa orang yang melakukan diet keto memiliki bau mulut yang tercium seperti penghapus cat kutek.

Hal ini diyakini karena adanya kaitan dengan perubahan kimiawi yang terjadi pada tubuh saat tubuh memasuki ketosis.

Baca Juga: Penting! Inilah Tips Mengatasi Bau Mulut saat Puasa yang Perlu Kalian Ketahui

‘Flu keto’

Dalam sebuah penelitian, lebih dari sepertiga pelaku diet keto mengalami gejala-gejala yang disebut ‘flu keto’.

Gejala ini berupa flu, mual, muntah, sembelit, diare, sakit kepala, mudah marah, lemas, kram dan nyeri otot, pusing, konsentrasi menurun, sakit perut, serta sulit tidur.

Baca Juga: Waspada! Ini Sederet Gejala Umum Flu Keto, Apa Aja ya?

Ketoasidosis

Ketoasidosis adalah salah satu bahaya keto diet yang paling fatal karena dapat mengancam nyawa.

Kondisi ini membuat darah menjadi sangat asam karena keton yang tertahan sehingga dapat merusak ginjal, hati, otak, dan menyebabkan kematian.

Baca Juga: Dikenal Rajin Olahraga, Wanita Muda Ini Tiba-tiba Meninggal sehingga Mengejutkan Banyak Orang, Rupanya Gara-gara Habis Tenggak Minuman Ini saat Perut Masih Kosong

Seperti yang dikutip dari The Insider via Kompas.com, tak sedikit orang yang berhenti melakukan diet keto karena beberapa alasan termasuk bahaya yang mengintai.

Seorang wanita asal Australia bernama Shelle Kearney mengungkapkan bahwa ia merasak flu keto yang membuatnya memutuskan untuk berhenti diet keto.

Kearney baru melakukan diet keto selama sebulan, tapi penurunan berat badan yang ia dapatkan tidak sepadan dengan sakit kepala yang dirasakannya.

"Saya merasa jauh lebih buruk, bahkan setelah turun beberapa kilogram," ujar Kearney.

Baca Juga: Ada Resiko Mengintai di Balik Diet Rendah Karbohidrat dan Tinggi Lemak, Penelitian Mengungkap Khususnya untuk Orang-orang dengan Aktivitas Ini

Kearney juga merasa selama menjalankan diet keto, ia sulit menjalani kehidupan normal dan bersosialisasi.

Bahkan, sekarangan Kearnet berpikir bahwa fad diet seperti diet keto membuatnya merasakan lebih banyak kecemasan dalam dirinya.

(*)