Find Us On Social Media :

Ilmuwan Sudah Memprediksi, 10 Tahun Sebelum Seseorang Meninggal Indera Penciuman Akan Tunjukkan Gejala ini

By None, Senin, 18 Oktober 2021 | 17:21 WIB

ilustrasi indera penciuman

Grid.ID - Ilmuwan terus melakukan penelitian berkaitan dengan kematian manusia.

Meski tidak bisa diprediksi secara pasti, ilmuwan menemukan fakta bila tubuh akan memberikan tanda sebelum meninggal dunia.

Salah satu gejala yang bisa dilihat untuk mempresiksi kapan seseorang akan meninggal dunia adalah dari indera penciuman.

Dikutip Grid.ID dari Daily Metro, ilmuwan telah menguji tanda kematian melalui endusan atau penciuman orang-orang yang akan meninggal.

Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa 50 persen lebih orang tua dengan indera penciuman yang buruk mungkin akan meninggal 10 tahun kemudian.Temuan tersebut diterbitkan dalam jurnal Annals of Internal Medicine, menunjukkan bahwa dibandingkan dengan orang dewasa yang lebih tua dengan penciuman yang masih baik.Mereka yang memiliki kepekaan hidung buruk, berada pada risiko 46 persen lebih tinggi untuk kematian pada 10 tahun dan 30 persen pada 13 tahun.

"Studi kami adalah, yang pertama untuk melihat alasan potensial mengapa studi ini memprediksi kematian lebih tinggi," jelas ilmuwan dalam penelitian tersebut.

Baca Juga: Misteri Illahi, Tanda Pasti Seseorang akan Meninggal, Diduga Terdengar Bunyi Geletuk dari Tubuh hingga Menurunnya Fungsi Indera Penciuman!Dengan menggunakan angka-angka dari National Institute on Aging di AS, Prof Chen dan tim penelitiannya meninjau informasi sampel.Dari hampir 2.300 peserta yang berusia di antara 71 dan 82 tahun selama periode 13 tahun.

Para peserta termasuk, pria dan wanita, orang kulit hitam dan putih yang menyelesaikan tes bau dari 12 bau yang umum.Para peneliti kemudian menklasifikasikan partisipan sebagai yang memiliki indera penciuman yang baik atau kurang.Prof Chen mengatakan hasilnya, minimal dipengaruhi oleh jenis kelamin, ras, atau faktor demigrafi dan gaya hidup lainnya.

Menurut Chen, indera penciuman yang buruk dikenal sebagai tanda awal penyakit Parkinson dan demensia dan dikaitkan dengan penurunan berat badan.Namun, kondisi ini hanya menjelaskan 28 persen dari peningkatan risiko, sehingga sebagian besar tidak dapat dijelaskan.Prof Chen dari Michigan State University, mengatakan "Kami tidak memiliki alasan untuk menyebutnya lebih dari 70 persen peningkatan risiko kematian." 

Baca Juga: Positif Covid-19, Arie Kriting Kehilangan Indera Penciuman: Tapi Aroma Cinta Semerbak Tercium Begitu Nyata.."Kita perlu mencari tahu, apan yang terjadi pada orang-orang dengan kondisinya," jelasnya.

Dia menyebut indera penciuman yang buruk, mungkin merupakan tanda awal sensitif, untuk memburuknya kesehatan sebelum itu didiagnosis oleh dokter.Chen juga menambahkan, bahwa seseorang yang memiliki maalah penciuman, mungkin  mereka harus berkonsultasi kepada dokter.