Find Us On Social Media :

Memaknai Hari Cuci Tangan Sedunia, Dari Hal Sederhana Bisa Memberi Dampak Besar

By Yussy Maulia, Selasa, 19 Oktober 2021 | 15:05 WIB

Keterangan Pers yang digelar oleh Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) di Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9), Jumat (14/10/2021).

Grid.id - Hari Cuci Tangan Sedunia atau Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia jatuh setiap tanggal 15 Oktober. Tahun ini, perayaan tersebut diperingati dengan tema "Masa Depan di Tangan Kita, Mari Bergerak Bersama".

Hari Cuci Tangan Sedunia dapat menjadi momentum untuk mengingat betapa pentingnya cuci tangan pakai sabun (CTPS), terutama di tengah pandemi. Pasalnya, cuci tangan menjadi langkah sederhana untuk mencegah berbagai penularan penyakit, termasuk Covid-19.

Dalam Keterangan Pers yang digelar oleh Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) di Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9), Jumat (14/10/2021), Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dr. Reisa Broto Asmoro mengatakan praktik cuci tangan di Indonesia semakin meningkat setelah pandemi.

Sebelumnya, kata Reisa, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada 2018 kebiasaan cuci tangan masyarakat Indonesia masih dibawah 50 persen.

Baca Juga: Siap-siap, Prokes Akan Jadi Budaya Hidup Baru Masyarakat Ke Depan

Namun, setelah pandemi, United Nations Children's Fund (UNICEF) dan Kementerian Kesehatan Indonesia (Kemenkes) melaporkan bahwa praktik cuci tangan di kalangan masyarakat Indonesia sudah naik hingga 60 persen.

Bahkan, hasil survei BPS yang dilakukan pada 13-20 Juli 2021 menunjukkan, 75 persen masyarakat Indonesia sudah menerapkan kebiasaan cuci tangan.

"Cuci tangan pakai sabun terkesan sebagai perilaku sederhana. Namun, sebetulnya merupakan kebiasaan baik yang dapat menyelamatkan banyak nyawa," ujar dr Reisa dalam keterangan resmi yang diterima Grid.id, Selasa (19/10/2021).

Reisa menjelaskan, praktik cuci tangan dengan sabur dan air mengalir selama 20 detik dinilai mampu membatasi penularan virus SARS COV-2 penyebab Covid.

Baca Juga: Sektor Wisata Bali Siap Sambut Wisatawan Asing dengan Aturan Ketat

Selain itu, data menunjukkan bahwa cuci tangan pakai sabun juga dapat menurunkan risiko penyakit diare hingga 30 persen dan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) hingga 20 persen.

Untuk diketahui, kedua penyakit tersebut merupakan penyebab utama kematian balita di Indonesia.