Find Us On Social Media :

'Logat yang Kita Nggak Pernah Pakai' Amanda Rawles dan Bryan Domani Ceritakan Sulitnya Berdialog Bahasa Belanda di Film Merindu Cahaya de Amstel

By Rissa Indrasty, Selasa, 18 Januari 2022 | 08:45 WIB

Amanda Rawles dan Bryan Domani saat ditemui Grid.ID di kawasan Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (17/1/2022).

Laporan Wartawan Grid.ID, Rissa Indrasty

Grid.ID - Amanda Rawles dan Bryan Domani turut serta bermain di film berjudul Merindu Cahaya de Amstel yang akan tayang pada 20 Januari 2022 mendatang.

Dalam film tersebut, Amanda Rawles berperan sebagai gadis Belanda yang memutuskan memeluk agama Islam.

Wanita berusia 21 tahun ini mengungkapkan karakternya di film tersebut tidak terlalu mendekati kehidupan pribadinya.

"Jauhnya karena dia (karakter Khadija) orang Belanda asli kan. Jadi, dari backgroundnya berbeda, wataknya, orang bule, pasti berbeda kan dengan aku yang tumbuh besar di Indonesia, jadi gerak tubuhnya juga beda," ungkap Amanda Rawles saat ditemui Grid.ID di kawasan Grand Indonesia bersama Bryan Domani, Jakarta Pusat, Senin (17/1/2022).

Di samping itu, Amanda Rawles juga harus belajar bahasa Belanda untuk beberapa dialognya di film tersebut.

"Kalau aku ngerasanya ketika udah berasa fasihnya pas di Belanda, karena baru denger langsung logat mereka segala macam."

"Jadi baru ngerasa matengnya, lumayan mateng pas sejalannya syuting, dan seneng banget karena ada tim Belanda yang memang jago bahasa Indonesia, jadi aku sempat niruin juga logat-logat Belandanya saat bicara bahasa Indonesia," ungkap Amanda Rawles.

Begitu pula dengan Bryan Domani yang mengaku cukup kesulitan mengafal dialognya yang berbahasa Belanda.

Baca Juga: Ini Cerita Amanda Rawles yang Antusias Perankan Karakter Berhijab Pertama Kalinya di Film Merindu Cahaya de Amstel

"Kita bersyukur selama kita reading 2 bulan itu kita mendapatkan seorang coach Belanda, ya mungkin lebih susah hanya untuk menghafal bahasa Belanda saja," ungkap Bryan Domani.

Tak hanya bahasa, Bryan Domani juga harus mempelajari aksen berbicara agar terlihat seperti orang yang memang berasal dari Belanda.

"Tapi lebih susahnya itu ngomong pakai bahasa sehari-hari dengan logat yang kita nggak pernah pakai," tuturnya.

"Nah itu yang lumayan susah untuk continuitinya. Setiap orang di Belanda itu beda cara ngomongnya, dan kita ngomong satu gitu dan bertahannya yang wah, ya tapi kita ada tim orang Belanda juga yang fasih berbahasa Indonesia," tutup Bryan Domani.

(*)