Find Us On Social Media :

Komunikasi Buruk Jadi Penyebab Selingkuh Terbanyak, Ini Tandanya yang Sering Diabaikan

By Mia Della Vita, Selasa, 15 April 2025 | 20:49 WIB

Komunikasi Buruk Jadi Pemicu Selingkuh Terbanyak, Ini Tandanya yang Sering Diabaikan

Grid.ID- Selingkuh bukan semata soal gairah atau hasrat, tapi lebih sering dipicu oleh komunikasi buruk dalam hubungan. Sebuah studi mengungkap bahwa komunikasi yang tidak sehat menjadi alasan utama di balik banyaknya kasus perselingkuhan, bahkan melebihi faktor seksual.

Dikutip dari The Conversation.com, Selasa (15/4/2025), menurut hasil survei terhadap 5.000 orang di Inggris, baik pria maupun wanita cenderung selingkuh karena merasa tidak didengar dan tidak dimengerti. Untuk wanita, 75% mengaku bahwa kurangnya komunikasi jadi alasan utama mereka berselingkuh.

Sementara pada pria, angkanya mencapai 68%. Hal ini bahkan melampaui faktor seksual atau ketertarikan fisik.

Perselingkuhan sering kali bermula dari perasaan tidak dihargai, tidak dimengerti, atau merasa sendiri dalam hubungan. Ketika pasangan tidak bisa menjalin komunikasi yang sehat, hubungan akan rapuh dan rentan terhadap godaan dari luar.

Tanda-tanda Komunikasi Buruk yang Harus Diwaspadai

Komunikasi buruk memiliki banyak bentuk, dan sering kali berkembang perlahan tanpa disadari. Mengutip Choosing Theraphy, berikut tanda-tanda komunikasi buruk dalam hubungan yang dapat menjadi pemicu perselingkuhan:

1. Sering Memotong Pembicaraan

Kebiasaan memotong saat pasangan berbicara menunjukkan bahwa seseorang tidak benar-benar mendengarkan. Hal ini membuat lawan bicara merasa tidak dihargai dan menurunkan kualitas dialog dalam hubungan.

2. Memutarbalikkan Perkataan

Bila seseorang sering memelintir maksud atau kata-kata pasangannya, ini menjadi tanda adanya niat untuk menghindari konfrontasi jujur. Lama-kelamaan, ini dapat memicu konflik dan hilangnya rasa percaya.

3. Membuat Segalanya Tentang Diri Sendiri

Bila pasangan terus menerus mengalihkan topik ke dirinya sendiri, ini bisa membuat hubungan terasa satu arah. Ketidakseimbangan ini menyebabkan pasangannya merasa tidak penting dan terabaikan.