Find Us On Social Media :

6 Fakta Nadia Murad, Mantan Budak Seks ISIS yang Kini Raih Nobel Perdamaian

By Andika Thaselia, Sabtu, 6 Oktober 2018 | 18:31 WIB

Nama Nadia Murad tengah ramai diperbincangkan setelah mantan budak seks ISIS ini meraih penghargaan Nobel Perdamaian.

Laporan Wartawan Grid.ID, Andika Thaselia Prahastiwi

Grid.ID - Nama Nadia Murad tengah ramai diperbincangkan setelah mantan budak seks ISIS ini meraih penghargaan Nobel Perdamaian.

Seperti yang sudah diberitakan Grid.ID sebelumnya, Nadia Murad adalah warga Desa Kocho, Irak, yang pernah diserang oleh simpatisan ISIS.

Saat semua pria dibunuh oleh ISIS, perempuan-perempuan Desa Kocho termasuk Nadia Murad diciduk dan dijadikan budak seks.

Wanita 25 tahun tersebut bersama perempuan-perempuan lainnya diangkut dengan truk untuk dibawa ke Mosul yang didaulat sebagai ibukota ISIS.

Baca Juga : Nadia Murad, Dulu Dijadikan Budak Seks ISIS yang Kini Meraih Nobel Perdamaian

Mereka kemudian disiksa, dipukuli, dan diperkosa berkali-kali.

Tak tahan dengan siksaan yang dialaminya, Nadia Murad kemudian kabur dan melintasi perbatasan Irak-Suriah untuk kemudian bergabung dengan pengungsi etnis Yazidi yang ada di sana.

Setelah itu Nadia Murad mendapat bantuan dari sebuah organisasi dan tinggal di Jerman, berkumpul dengan saudarinya yang sempat terpisah.

Sejak tinggal di Jerman, Nadia mendedikasikan dirinya sebagai aktivis anti kekerasan terhadap perempuan bernama "Perjuangan Rakyat Kami".

Baca Juga : Nadia Murad, Mantan Tawanan ISIS yang Baru Saja Meraih Hadiah Nobel Perdamaian 2018

Ia menyuarakan penderitaan etnis Yazidi dan korban ISIS lainnya ke seluruh dunia.