Find Us On Social Media :

Punya Masalah Kecemasan, Ringgo Agus Rahman Iri dengan Nirina Zubir yang Masih Happy Meskipun Sudah di Rumah Aja Selama 2 Bulan: Kok Bisa Ya?

By Daniel Ahmad, Jumat, 15 Mei 2020 | 03:10 WIB

Ringgo Agus Rahman mengaku mengalami kecemasan selama berbulan-bulan berada di rumah saja. Sementara itu, Nirina Zubir merasakan hal yang sebaliknya.

Ringgo dan Nirina memang diketahui memiliki proyek bareng sebelumnya dalam film Keluarga Cemara.

Dalam Keluarga Cemara yang juga disutradai juga oleh Yandy, Ringgo berperan sebagai Abah dan Nirina sebagai Emak.

Akan kembali beradu peran dalam film pendek berjudul ‘Sepuluh Meter’, kerjasama Ringgo dan Nirina kini juga akan disutradai oleh Yandy.

Bekerja sama dengan Bank OCBC NISP, film ini bertujuan ingin membuka percakapan seluas-luasnya tentang kesehatan mental.

Baca Juga: Tak Mau Dirawat di Rumah Sakit, Ketua RW yang Positif Covid-19 Ini Justru Nekat Jadi Imam Salat Tarawih Hingga Buat 20 Jemaah Jadi ODP

Dengan mengandalkan survey, latar belakang dari pembuatan film ini pun sungguh dekat, yakni kondisi pandemi yang menyebabkan banyak orang berada dalam kegalauan atau ancaman kesehatan mental.

“Dari bulan kemarin, dengan kondisi pandemi covid-19 ini tendensinya itu orang mengalami kegalauan ya, kesehatan mental itu at risk.”

“Kita buktikan akhir April survey menunjukan 60% responden menyatakan bahwa mereka cemas akan situasi pandemi. Dan tiga hal yang paling terasa adalah stres, cemas, atau takut dan merasa bosan.” tutur Ka Jit, Head of Strategy and Innovation Bank OCBC NISP saat dipantau Grid.ID.

Selaras dengan survey yang dilakukan Kantar, masalah ini juga disebabkan oleh keterbatasan gerak dan di rumah aja yang lebih jauh bisa membawa ke masalah pekerjaan dan ketakstabilan ekonomi.

Baca Juga: Sempat Dapat Buket Bunga Maret 2018 dari Mr. H, Sahabat Syahrini Keceplosan Sebut Nama Pria Tua yang Disebut-sebut Digilai Sang Penyanyi

Karena alasan itulah, dengan medium Film, Bank OCBC NISP membuat gerakan #nyalakanhati untuk mendorong masyarakat Indonesia bergerak maju dan tetap produktif pada masa pandemi.

Ka Jit beralasan bahawa mengapa dirinya melakukan kerja sama dengan Yandi, Ringgo, dan Nirina adalah bahwa mereka memiliki keresahan yang sama.

Bercerita tentang perubahan aktifitas keseharian di tengah pandemi yang berdampak pada kesehatan mental, Ka Jit pun memberikan alasan mengapa dirinya menggunakan media film.

“Karena kita percaya film adalah media yang sangat baik, bisa menjangkau banyak orang, dan membuka percakapan dan refleksi tentang kesehatan mental tanpa harus menggurui atau menilai serta menghakimi,” tutup Ka Jit.

(*)