Find Us On Social Media :

Punya Masalah Kecemasan, Ringgo Agus Rahman Iri dengan Nirina Zubir yang Masih Happy Meskipun Sudah di Rumah Aja Selama 2 Bulan: Kok Bisa Ya?

By Daniel Ahmad, Jumat, 15 Mei 2020 | 03:10 WIB

Ringgo Agus Rahman mengaku mengalami kecemasan selama berbulan-bulan berada di rumah saja. Sementara itu, Nirina Zubir merasakan hal yang sebaliknya.

Laporan Wartawan Grid.ID, Daniel Ahmad

Grid.ID - Selama di rumah aja, Ringgo Agus Rahman mengaku dilanda kecemasan hebat.

Banyaknya beban yang menumpuk membuat hidupnya terasa jengah.

Mengaku berada dalam kondisi tak baik-baik saja, humor-humor yang tersedia di media sosial pun kini baginya sudah sangat tidak lucu lagi.

“Semua hiburan rumah tidak lagi menghibur.”

Baca Juga: Setelah Mengajukan Assessment, Roy Kiyoshi Akhirnya Dipindahkan ke Rumah Sakit Ketergantungan Obat di Cibubur

“Semua orang di sosial media berusaha melucu aja tidak ada yang berhasil terlihat lucu di mata gue karena kondisi beban mental gue gitu ye,” buka Ringgo dikutip Grid.ID dari Live Streaming pemutaran perdana film anyarnya di Kanal Youtube OCBC NISP, Kamis (14/5/2020).

Ringgo pun sempat merasa iri pada Nirina Zubir yang mengaku bahagia saja di rumah saat di satu momen mereka bercakap secara online bersama sutradada Yandy Laurens.

“Kita (dia sama Yandy) ngobrol dan di obrolan itu ada Nirina yang hadir dengan ‘kok gue engga (resah) ya, kok gue gak ngerasa tertekan yah, gue sih happy aja ya’.”

“Aduh gue sama Yandy jadi bingung ‘kok lu bisa ya’ jadi iri seketika,” beber Ringgo.

Baca Juga: Jangan Mau Rugi! Yuk Kejar Pahala 10 Hari Terakhir Ramadhan 2020 dengan Berbagai Amalan Ini ...

Ringgo pun kepo dan penasaran bagaimana sih cara Nirina mengatasi masalah psikologisnya.

“Nirina bilang bahwa sebelumnya dia itu sibuk yang menyebabkan dia jarang kumpul sama keluaga, dan saat PSBB bisa berkumpul sama keluarga adalah momen yang patut disyukuri,” ungkap Ringgo.

Ringgo Agus Rahman baru-baru ini bermain dalam film pendek berjudul ‘Sepuluh Meter’ yang mengisahkan tentang gambaran kesehatan mental di tengah pandemi covid-19.

Alasan yang mendasari keterlibatannya dalam proyek ini adalah bahwa film ini sungguh dekat dengan realita saat ini.

Baca Juga: Masih Kompak Walaupun Sudah Bercerai, Gading Marten Ingin Pelesiran Bareng Gisella Anastasia dan Gempita

Ide tentang kesehatan mental ini juga muncul saat dirinya mengeluhkan kegalauan yang dideritanya di tengah pandemi covid-19.

“Kita udah tahu mau buat apa tapi ‘Sepuluh Meter’ ini belum ada, akhirnya kita berkumpul menjelaskan ‘ini adalah kondisi yang nyata bener-bener nyata’.”

“Gue sama Yandy tuh lagi mengeluhkan keadaan, lagi gak terima banget nih keadaan terpenjara kayak gini,” papar Ringgo.

Separah itu, Ringgo mengeluh karena rencananya gagal dan berantakan.

Baca Juga: Foto Syuting Avatar 2 Dibagikan, Kate Winslet dan Zoe Saldana Berendam dalam Tangki Berisi 900 Ribu Galon Air!

Hal itu menyebablan keadaan mentalnya jadi terganggu, dan Ringgo dilanda kecemasan hebat.

“Kecemasan yang tadi lu bilang tuh bener, entah sampai kapan gue bisa bertahan, gimana mental gue ke depan dengan apa yang terjadi.”

“Itu tuh kayak ‘wah!’ semua beban jadi kayak numpuk gitu loh,” ungkap Ringgo.

Efek virus corona memang memaksa Ringgo harus menunda beberapa proyek filmnya.

Baca Juga: Bingung Kelola THR? Yuk Ikuti Kelas Pintar Atur Uang Agar Makin Cerdas Mengelola Tunjangan Hari Raya!

Seharusnya bermain bersama Nirina Zubir di salah satu proyek, Ringgo harus berpuas hati menunggu sampai situasi benar-benar pulih.

Akan tetapi dari penundaan film ini, Ringgo akhirnya masih bisa beradu akting bersama Nirina dalam sebuah film pendek berjudul ‘Sepuluh Meter’ yang mengampanyekan kesadaran akan kesehatan mental masyarakat.

“Awalnya ditawarin (film pendek) buka tiba-tiba ditawarin yah.”

“Sebenarnya kalo misalnya tanpa pandemi ini, kami - gue sama Nirina harusnya berkumpul dalam proyek film panjang,” kata Ringgo.

Baca Juga: Terjadi Lonjakan Pasien Covid-19, Pemerintah Siapkan Strategi Menghadapi Gelombang Kedua Penyebaran Corona

Sudah direncanakan dari jauh-jauh hari, kondisi memaksa sang aktor untuk di rumah aja.

Masih sering melakukan kontak dengan Nirina dan sutradara, Yandy Laurens, ide tentang proyek film pendek.

“(Proyek film panjang) sih udah direncanakan dari tahun lalu kita udah kumpul.

“Tapi karena pandemi ini kita harus stay home, terus kita masih ngobrol - antara gue, Nirina, dan Yandy tiba-tiba muncul ide Yandy yang ngobrol punya rencana film pendek,” ujar Ringgo.

Baca Juga: Roy Kiyoshi Direhabilitasi, Polisi Sebut Proses Hukum Tetap Berjalan

Ringgo dan Nirina memang diketahui memiliki proyek bareng sebelumnya dalam film Keluarga Cemara.

Dalam Keluarga Cemara yang juga disutradai juga oleh Yandy, Ringgo berperan sebagai Abah dan Nirina sebagai Emak.

Akan kembali beradu peran dalam film pendek berjudul ‘Sepuluh Meter’, kerjasama Ringgo dan Nirina kini juga akan disutradai oleh Yandy.

Bekerja sama dengan Bank OCBC NISP, film ini bertujuan ingin membuka percakapan seluas-luasnya tentang kesehatan mental.

Baca Juga: Tak Mau Dirawat di Rumah Sakit, Ketua RW yang Positif Covid-19 Ini Justru Nekat Jadi Imam Salat Tarawih Hingga Buat 20 Jemaah Jadi ODP

Dengan mengandalkan survey, latar belakang dari pembuatan film ini pun sungguh dekat, yakni kondisi pandemi yang menyebabkan banyak orang berada dalam kegalauan atau ancaman kesehatan mental.

“Dari bulan kemarin, dengan kondisi pandemi covid-19 ini tendensinya itu orang mengalami kegalauan ya, kesehatan mental itu at risk.”

“Kita buktikan akhir April survey menunjukan 60% responden menyatakan bahwa mereka cemas akan situasi pandemi. Dan tiga hal yang paling terasa adalah stres, cemas, atau takut dan merasa bosan.” tutur Ka Jit, Head of Strategy and Innovation Bank OCBC NISP saat dipantau Grid.ID.

Selaras dengan survey yang dilakukan Kantar, masalah ini juga disebabkan oleh keterbatasan gerak dan di rumah aja yang lebih jauh bisa membawa ke masalah pekerjaan dan ketakstabilan ekonomi.

Baca Juga: Sempat Dapat Buket Bunga Maret 2018 dari Mr. H, Sahabat Syahrini Keceplosan Sebut Nama Pria Tua yang Disebut-sebut Digilai Sang Penyanyi

Karena alasan itulah, dengan medium Film, Bank OCBC NISP membuat gerakan #nyalakanhati untuk mendorong masyarakat Indonesia bergerak maju dan tetap produktif pada masa pandemi.

Ka Jit beralasan bahawa mengapa dirinya melakukan kerja sama dengan Yandi, Ringgo, dan Nirina adalah bahwa mereka memiliki keresahan yang sama.

Bercerita tentang perubahan aktifitas keseharian di tengah pandemi yang berdampak pada kesehatan mental, Ka Jit pun memberikan alasan mengapa dirinya menggunakan media film.

“Karena kita percaya film adalah media yang sangat baik, bisa menjangkau banyak orang, dan membuka percakapan dan refleksi tentang kesehatan mental tanpa harus menggurui atau menilai serta menghakimi,” tutup Ka Jit.

(*)