Find Us On Social Media :

Kayunya Dijual Tanpa Izin, Petani di Sumatra Selatan Naik Pitam Hingga Nekat Menghabisi Nyawa Sepupunya Secara Sadis

By Novia, Kamis, 30 Juli 2020 | 11:40 WIB

Kayunya Dijual Tanpa Izin, Petani di Sumatra Selatan Naik Pitam Hingga Nekat Menghabisi Nyawa Sepupunya Secara Sadis

Laporan Wartawan Grid.ID, Novia Tri Astuti

Grid.ID - Baru-baru ini seorang petani di Musi Banyuasin (Muba), Sumatra Selatan, diamankan oleh pihak berwajib.

Pasalnya petani bernama Harmoko (29) itu telah tega melakukan tindak penganiayaan terhadap sepupunya sendiri.

Melansir dari Kompas.com pada Rabu (29/7/2020), Aparat Polsek Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas, Sumatra Selatan telah mengamankan terduga pelaku.

Baca Juga: Berawal dari Mobil Mogok, Wano Malah Boyong Istri Tinggal di Gubuk Reot di Belantara Hutan Purwakarta Selama 15 Tahun, Rela Banting Setir dari Kondektur jadi Petani Singkong!

Sementara korban bernama Frengky (33) yang terdaftar sebagai warga Desa Air Balui, Kecamatan Sanga Desa Kabupaten Muba itu telah tewas.

Kapolsek Muara Lakitan Iptu M Romi mengatakan apabila peristiwa penganiayaan ini terjadi pada Selasa (28/7/2020) kemarin.

Mulanya pelaku Handoko berkunjung ke kebun miliknya untuk mengecek lahan.

Baca Juga: Diteror Bom Molotov, Kantor PDI-P di Cileungsi Kabupaten Bogor Lagi-lagi Diserang Oleh Pelaku Misterius

Selain itu, Handoko juga bermaksud untuk mengecek kayu miliknya yang saat itu dikabarkan telah dijual oleh Frengky.

Dan benar saja, saat sampai di kebun, kayu miliknya telah dijual korban yang tak lain adalah sepupunya, Frengky.

Tak terima kayunya telah dijual, Handoko akhirnya meminta uang hasil penjualan tersebut pada korban.

Baca Juga: Jangan Lupa! Kamis, 30 Juli 2020 Puasa Arafah, Salah Satu Keutamaannya Hapus Dosa Selama 2 Tahun

"Pelaku akhirnya meminta uang hasil penjualan kayu itu ke korban. Namun, korban ini menyangkal dan mengatakan jika ia telah meminta izin untuk menjual kayu tersebut," jelas Iptu M Romi.

Lantaran Fengky terus mengelak, akhirnya Handoko naik pitam dan tersulut emosi.

Tak dapat mengendalikannya, seketika Handoko mengeluarkan pisau dan menganiaya sepupunya hingga tewas di lokasi kejadian.

Baca Juga: Kasus Vicky Prasetyo Dinilai Masih Mengambang, Kuasa Hukum Pertanyakan Perbuatan Mana yang Melawan Hukum

Menyaksikan Frengky tewas, Handoko akhirnya melarikan diri dan bersembunyi ke Kabupaten Muba.

"Setelah dilakukan pencarian akhirnya pelaku kita tangkap. Motif pembunuhan ini karena masalah penjualan kayu. Korban adalah sepupu dari pelaku," ujar Kapolsek.

Atas perbuatannya, Harmoko dikenai Pasal 338 KUHP tentang tindak pidana pembunuhan dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun.

Baca Juga: Kuliti Tabiat Asli Irwan Mussry, Maia Estianty Blak-blakan Bongkar Semua Sifat Sang Jutawan hingga Bikin Host Sindir Telak Ahmad Dhani: Oh Beda Banget Sama yang Sebelumnya Ya Mbak?

Melansir dari Tribunnews.com, kasus pembunuhan sadis juga sempat terjadi di Kelurahan Sukasari, Jambi.

Sawabi (30) mulanya hendak mencari seorang pria yang telah berhutang padanya.

Lantaran tak menemukan orang yang dicari, Sawabi sempat menanyakan keberadaan pria tersebut pada pihak keluarga.

Baca Juga: Demi Kuota Internet, Seorang Anak di Bawah Umur Nekat Jual Dirinya Melalui Penyalur Prostitusi Online dengan Tarif Rp500 Ribu Sekali Kencan

M (16) selaku anak orang yang dicari mengaku pada Sawabi bahwa ia juga tak melihat ayahnya.

Tak percaya akan hal tersebut, Sawabi justru membuntuti sang bocah yang hendak pergi belajar kelompok dengan rekan-rekannya.

Sesampainya di kawasan Kebun Karet, Sawabi malah menghabisi nyawa M dan melakukan tindak pelecehan terhadap sang bocah.

Baca Juga: Tak Asing dengan Pelaku Penculikan, Ibu Korban Sebut Perempuan yang Bawa Kabur Anaknya Masih di Bawah Umur

Kasus ini akhirnya terbongkar saat rekan korban mencari dan menanyakan keberadaan M pada pihak orang tua yang tak kunjung datang saat belajar kelompok.

Lantaran korban sudah pergi sejak sore akhirnya pihak keluarga melakukan penelusuran dan pencarian.

Nahasnya, keluarga menemukan jenazah M telah tergeletak di kebun karet tanpa busana dengan bersimbah darah.

Baca Juga: Gegara Suara Knalpot, Pemuda di Cilincing Akhirnya Dibacok oleh 6 Warga yang Merasa Tersinggung dengan Perilaku Korban

Kapolres AKBP Deny Heryanto membenarkan adanya kejadian nahas itu dilatarbelakangi dari hutang ayah korban pada pelaku yang tak kunjung dilunasi.

(*)