Find Us On Social Media :

Markis Kido Meninggal Dunia di Lapangan Bulu Tangkis, ini 6 Fakta sang Atlet Dari Raih Medali Emas Tahun 2008 hingga Disebut Miliki Riwayat Darah Tinggi

By Maria Novika, Selasa, 15 Juni 2021 | 10:27 WIB

Markis Kido meninggal dunia di lapangan, ini sederet fakta sang atlet bulu tangkis mulai peraih medali emas hingga riwayat darah tinggi.

Laporan Wartawan Grid.ID, Maria Novika Diah SiswariGrid.ID - Dunia olahraga bulu tangkis kini sedang berduka setelah Markis Kido meninggal dunia.Mengejutkan banyak orang, kabar Markis Kido meninggal dunia pun langsung menjadi sorotan.Banyak pihak yang membagikan rasa duka setelah kabar Markis Kido meninggal dunia terutama rekan sesama atlet.Memiliki prestasi yang tidak main-main, ini beberapa fakta Markis Kido yang dilansir dari berbagai sumber.1. Berdarah MinangkabauMelansir dari Tribunnewswiki.com, Markis kido ternyata memiliki darah Minangkabau.Darah Minangkabau pasangan Hendra Setiawan dalam tim ganda putra ini mengalir dari pihak ayah.Pasalnya Markis Kido merupakan putra dari Djumharbey Anwar yang adalah seorang perantau asal Minangkabau.

Baca Juga: Markis Kido Meninggal Dunia, Candra Wijaya Jelaskan Kronologi Meninggalnya Sang Legenda Pemain Bulu Tangkis Tanah Air

2. Kakak beradik atlet bulu tangkisSelain berdarah Minangkabau, ternyata Markis Kido tidak berjuang menjadi atlet sendirian.Menurut Tribunnewswiki.com, kedua adiknya ternyata juga menjadi atlet bulu tangkis.Markis Kido merupakan kakak kandung dari Bona Septano dan Pia Zebadiah Bernadet.Bona adalah pemain ganda putra, sedangkan adik perempuannya Pia merupakan pemain ganda campuran.Tiga bersaudara ini bahkan menjadi salah satu pemain andalan di banyak turnamen.3. Meraih medali emas tahun 2008Meski berjuang bersama, karier Markis terlihat paling menonjol dari adik-adiknya.

Baca Juga: Tim Bulu Tangkis Indonesia Dipukul Mundur dari Gelaran All England 2021, BWF Kini Sampaikan Permohonan MaafDikutip dari Tribunnewswiki.com, ia dan Hendra Setiawan berhasil meraih juara dunia tahun 2007.Tak cukup sampai disitu, pasangan ganda putra ini juga meraih medali emas pertama untuk Indonesia di Olimpiade Beijing 2008.

Pertandingan itu menjadi saksi Markis dan Hendra mampu menaklukan pasangan asal Tiongkok Caifun dan Fu Haifeng dengan sengit.4. Ingin hidup dan matinya di lapangan bulu tangkisUsai kabar meninggal dunianya Markis, sang ibunda, Zul Asteria, mengungkapkan fakta tentang anaknya.Sempat mengira hanya stroke, Zul menyebut bahwa anaknya ingin hidup dan mati di lapangan."Dia sepertinya memang maunya (hidup dan matinya) di lapangan kali ya," tutur Zul Asteria dengan tegar mengenang kepergian sang putra, seperti dikutip dari Kompas.com.5. Ada riwayat darah tinggiZul Asteria juga menyebutkan bahwa dirinya mengira Markis Kido hanya terkena stroke.Dikutip dari Kompas.com, atlet bulu tangkis ini disebut memiliki riwayat darah tinggi.

Baca Juga: Terbongkar Hanya Dapat Makan Pagi, Begini Nasib Atlet Bulu Tangkis Indonesia Usai Disuruh Mundur dari All England 2021, Istri Marcus Gideon: ‘Makanan Aja Gak Dikasih?’"Tadi saya berdoa semoga masih bisa selamat. Saya kira tadi hanya stroke karena dia kan punya darah tinggi, terus mungkin jatuh dan pembuluh darahnya pecah." papar sang ibunda."Saya berdoa begitu, tapi ternyata Mas Kido diambil (Tuhan)," lanjutnya.

6. Kronologi meninggal duniaMelansir dari Kompas.com, Markis Kido meninggal dunia pada Senin malam (14/6/2021).Disebutkan bahwa ia meninggal dunia karena serangan jantung saat bermain bulu tangkis di GOR Petrolin, Tangerang.Markis Kido saat itu bermain bersama rekan-rekannya yang lain termasuk legenda ganda putra Indonesa, Candra Wijaya. Menurut Candra Wijaya, Markis Kido terjatuh di lapangan sekitar pukul 18.30 WIB."Kami memang rutin bermain ataupun bertemu Markis Kido setiap Senin. Saat pertama kali bertemu tadi, tidak ada yang berbeda dari Markis Kido," kata Candra Wijaya."Suasana bermain tadi juga santai dan tidak berat. Kami juga sempat bercanda. Keadaan saat itu adalah Markis Kido sudah bermain setengah set dan harus berpindah tempat," lanjutnya.Saat sedang menonton dari belakang, Candra kaget saat Markis Kido jatuh tengkurap.

Baca Juga: Jauh-jauh Ikuti All England Malah Dipukul Mundur, Terbongkar Sejumlah Pebulu Tangkis Rogoh Koceknya Sendiri: Ngapain di Sini? Buang-buang Waktu dan Uang"Saya saat itu sedang menonton dari belakang. Saya kemudian kaget dan panik ketika melihat Markis Kido terjatuh dan tengkurap. Tidak normal. Dia tidak sadarkan diri dan mengorok," ungkap Candra.Setelah dilakukan pertolongan pertama, teman-temannya membawa Markis Kido ke rumah sakit Omni Alam Sutra, Serpong Utara, Tangerang Selatan.Namun sang atlet dinyatakan meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.Itulah sederet fakta terkait Markis Kido, sang atlet bulu tangkis.Menjadi salah satu legenda bulu tangkis terbaik Tanah Air, ungkapan duka atas kabar Markis Kido meninggal dunia banyak dilayangkan lewat media sosial.

 (*)