Find Us On Social Media :

Ajak Masyarakat Taat Prokes, Jeremy Teti: Masker Bisa Jadi Item Fashion

By Yussy Maulia, Rabu, 1 September 2021 | 11:58 WIB

Dialog Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) bertajuk

Grid.id - Penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia tampaknya mulai menuju ke arah yang positif. Pasalnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menerapkan beberapa program pemulihan terus berjalan.

Beberapa di antaranya kolaborasi untuk mempercepat program vaksinasi dan memperkuat upaya testing, tracing, serta treatment (3T) yang terus berjalan hingga saat ini.

Meski demikian, berbagai negara di dunia melalui otoritas berwenang maupun para ahli di bidangnya berpendapat bahwa Covid-19 tidak akan hilang sepenuhnya sampai dunia memasuki fase endemik.

Oleh karena itu, untuk meningkatkan efektivitas vaksinasi dan 3T, seluruh masyarakat diharapkan disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) untuk mencegah laju penularan virus.

Baca Juga: Dulu Dicerai Sampai Diusir dari Rumah, 6 Artis Cantik ini Sukses Jadi Janda Kaya, Bisnisnya Tak Main-Main!

Terlebih, penularan Covid-19 yang terus terjadi dapat memicu munculnya varian-varian virus corona baru. Oleh karena itu, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak (3M) harus menjadi sebuah kebiasaan.

Terkait masker, pelaku seni Jeremy Teti pun mengajak masyarakat untuk tidak perlu gengsi memakai masker, terutama bagi mereka yang punya mobilitas tinggi.

Menurut Jeremy, masker telah berkembang menjadi salah satu item fashion yang bisa disesuaikan dengan outfit yang dipakai masyarakat. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak mengenakan masker saat keluar rumah.

Hal itu dia sampaikan dalam Dialog Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) bertajuk "Dialog Semangat Selasa" yang diselenggarakan secara virtual, Selasa (31/08/2021).

“Tidak perlu merasa penampilan kita berkurang karena mengenakan masker. Masker justru bisa meningkatkan fashion. Dengan masker, kita punya penampilan yang sehat, penampilan yang (taat) prokes,” kata Jeremy dalam keterangan resmi yang diterima Grid.id, Rabu (1/9/2021).

Baca Juga: Siap-Siap Bahagia, 3 Zodiak ini Paling Beruntung pada September 2021, Libra Menerima Banyak Cinta!

Saat ini, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 juga tengah mencanangkan Gerakan Pakai Masker (GPM). Tujuannya, untuk memotivasi masyarakat agar selalu memakai masker dan menaati aturan prokes lainnya.

Program tersebut dilakukan dengan menggandeng lebih dari 115.000 Duta Perubahan Perilaku di seluruh Indonesia.

Salah satu Duta Perubahan Perilaku adalah dr Grace Hananta, C.Ht yang juga merupakan Campaign Director dari GPM. Ia pun sekaligus menjadi salah satu narasumber dalam Dialog Merdeka Barat 9.

“Inti ajakan dari GPM adalah pokoknya pakai masker dulu. Masker apapun jenisnya. Kita harus sadar bahwa sekarang mengenakan masker itu seperti halnya kita mengenakan baju,” ujar dr Grace.

Baca Juga: Tolong Jangan Langsung Dibuang! Ini Cara Kelola Limbah Masker Medis Habis Pakai Menurut Anjuran Kemenkes

Dalam upaya mengedukasi penggunaan masker, dr Grace juga menekankan pentingnya melakukan ajakan dengan cara yang nyaman dan menyenangkan, khususnya kepada generasi muda.

“Kita harus tunjukkan seberapa hebat kita (karena) bisa terus sadar pentingnya mengenakan masker," imbuhnya.

Disiplin prokes cegah mutasi virus

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Covid-19 dr Sonny Harry B mengatakan, beberapa negara di dunia melaporkan bahwa lonjakan kasus masih terus terjadi, terutama ketika pembatasan sosial mulai dilonggarkan.

Bahkan, lonjakan kasus tersebut yang justru memicu munculnya virus varian baru.

Baca Juga: Telat Vaksin Dosis Kedua? Jangan Panik, Kamu Ternyata Bisa Loh Dapatkan Vaksinasi Covid-19 Asalkan Tak Lewat dari Jangka Waktu Ini

"Varian baru virus ini berpotensi mengganggu efektifitas vaksin. Karena itu, kita harus berupaya agar lonjakan kasus tidak terjadi dengan cara mempertahankan protokol kesehatan,” kata dr Sonny dalam kesempatan yang sama.

Kendati demikian, dr Sonny menyebut saat ini tingkat kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya protokol kesehatan baru mencapai 60 persen. Angka tersebut masih bisa ditingkatkan melalui edukasi yang tepat.

Sejalan dengan itu, Presiden Joko Widodo sendiri juga telah mengumumkan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali, Senin (30/8/2021). Kebijakan tersebut akan berlaku selama sepekan sejak 31 Agustus-6 September 2021.

“Kita berharap, masyarakat tidak sekadar patuh, melainkan sadar bahwa protokol kesehatan itu perlu,” tegas dr Sonny.

Untuk diketahui, saat ini angka kasus positif atau positivity rate di Indonesia sudah cukup rendah, yakni 12,3 persen. Namun, pemerintah menargetkan untuk menurunkan angka tersebut hingga 5 persen.