Find Us On Social Media :

3 Kejanggalan Keluarga di Kalideres sebelum Tewas, Begini Kesaksian Pekerja di Rumah Pak RT yang Jadi Saksi Mata: Kayak Mau Pindahan

By None, Rabu, 16 November 2022 | 20:20 WIB

Tempat penemuan empat mayat yang membusuk di dalam rumah di perumahan Citra Garden, Kalideres, Jakarta Barat pada Jumat (11/11/2022).

Grid.ID - Kematian keluarga di Kalideres disebut memiliki kejanggalan.

Sedikitnya ada 3 kejanggalan dari keluarga di Kalideres yang ditemukan tewas dalam satu rumah.

Begini kata saksi mata yang melihat salah satu kejanggalan dari keluarga di Kalideres sebelum ditemukan meninggal dunia.

Fakta-fakta empat anggota keluarga yang ditemukan tewas pada Kamis (10/11/2022) di Perumahan Citra Garden Satu Extension, Kalideres, Jakarta Barat, terus bermunculan.

Sejumlah rangkaian peristiwa janggal terungkap sebelum keluarga itu ditemukan tewas membusuk di dalam rumahnya sendiri.

Terbaru, polisi telah berhasil menyelidiki dugaan hilangnya mobil milik keluarga yang ditemukan tewas secara misterius itu.

Pasalnya, keluarga tersebut miliki sebuah mobil semasa hidupnya. Namun beberapa waktu sebelum satu keluarga tersebut ditemukan tewas, mobil tersebut sudah ada tak lagi.

Mobil Tak Hilang

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Metro Jakarta Barat Komisaris Besar (Kombes) Pasma Royce mengungkapkan fakta atas menghilangnya mobil milik keluarga yang tewas misterius itu.

Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi menemukan titik terang bahwa mobil Brio berplat nomor B 2601 BRK yang menghilang itu ternyata telah dijual.

"Bahwa kendaraan tersebut telah dijual langsung oleh saudara Budyanto Gunawan selaku pemiliknya," kata Pasma, Selasa (15/11/2022).

Baca Juga: Diduga Kelaparan Sebelum Meninggal Dunia, Satu Keluarga Kalideres Pernah Pesan Makanan Online, Begini Pengakuan Tetangganya

Budyanto, lanjut Pasma, telah menjual mobil miliknya di salah satu pemilik showroom mobil berinisial R pada 20 Januari 2022 .

"Saudara Budyanto Gunawan selaku pemilik menjual mobil tersebut dengan harga Rp 160 juta," tutur Pasma.

Barang Sudah Dipak

Selain itu, polisi mendapati barang-barang di rumah korban dalam kondisi sudah dipak dan dibungkus rapi.

Menurut Ketua RT 007 RW 015 Kalideres, Asiung, asisten rumah tangganya sempat melihat korban mengeluarkan sejumlah perabotan dari dalam rumah ke mobil boks.

"Kurang lebih 5 September 2022, asisten rumah tangga saya melihat itu ada mobil boks, lalu mengeluarkan barang-barang seperti AC dan lemari es," kata Asiung.

Sementara itu, Syafri mengatakan, saat olah tempat kejadian perkara pada Kamis malam, ia melihat sejumlah barang sudah dimasukkan ke dalam kardus.

"Jadi di dalam rumah itu, banyak barang-barang yang dimasukin ke dalam kardus, diikat juga. Barang-barang kayak orang mau pindah," kata Syafri.

Syafri juga mendapati lampu di rumah itu juga banyak yang dicopot. Ia menduga lampu itu sudah dilepaskan sejak lama.

"Kayaknya sudah dicopot dari lama. Mungkin sebelum ngomong ke PLN (untuk diputus aliran listriknya), sudah dicopot bohlamnya," lanjut dia.

Baca Juga: Sebelum Ditemukan Membusuk, Beginilah Kondisi Terakhir Anak Keluarga yang Tewas di Kalideres, Tadinya Cantik Mendadak Berubah Kurus Pucat

Listrik Diputus

Dian (40), salah satu dari empat korban yang ditemukan tewas itu sempat berkomunikasi dengan perangkat RT serta petugas PLN terkait masalah penunggakan listrik di rumahnya.

Menurut Ketua RT 07 RW 15 Citra Garden 1 Asiung, keluarga Dian menunggak tagihan listrik sejak Agustus 2022. Ia pun sempat mengingatkan Dian agar segera membayar tagihan.

Lantaran keluarga korban tidak kunjung membayar tagihan, petugas PLN pun menalangi tagihan tersebut.

Dian sempat berkomunikasi dengan petugas PLN dan membayar dana talangan tersebut. Namun, bulan berikutnya kembali menunggak.

"Pada 4 Oktober dia chat, 'Silahkan bapak putus aliran listrik di rumah saya. Apabila saya ingin melakukan pemasangan baru, nanti saya akan menghubungi bapak' itu chat yang diberikan terakhir kepada petugas PLN," ungkap Asiung.

Untuk memastikan kelanjutan layanan listrik di rumah tersebut, petugas kembali menghubungi Dian pada 27 Oktober 2022. Namun, telepon dan pesan singkat dari petugas itu tak dijawab.

Atas keadaan tersebut, pada 9 November 2022, petugas PLN kembali datang untuk melakukan pemutusan meteran. Namun, gerbang rumah terkunci.

"Petugas datang tapi tidak ada respon. Akhirnya petugas pakai tangga naik ke atas dan memutus sambungan listrik dari kabel," ungkap dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Rangkaian Peristiwa Sebelum Sekeluarga di Kalideres Tewas: Mobil Dijual, Barang Dipak, dan Listrik Diputus (*)