Grid.ID - Peristiwa tambang longsor di Dukuh Puntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat memakan belasan korban jiwa. Keluarga dari salah satu korban tewas tak dapat menahan kesedihannya.
Longsornya area pertambangan di Dukuh Puntang menyebabkan belasan orang menjadi korban tewas. Insiden diketahui terjadi pada Jumat (30/5/2025).
Berdasarkan data saat ini, ada sebanyak 14 pekerja tambang dilaporkan tewas. Sementara delapan lainnya masih dinyatakan hilang.
Sejumlah alat berat yang sedang beroperasi saat kejadian pun ikut tertimbun. Insiden pilu tersebut lantas membuat keluarga salah satu korban tak dapat menahan kesedihannya.
Keluarga dari salah satu korban bernama Royati tak kuasa menahan air matanya. Ia merupakan tanye dari Wastoni (25) yang tewas dalam insiden longsornya tambang.
Ia dan suaminya tiba di rumah sakit untuk menlihat secara langsung kondisi korban. Suami Royati, Solihin bahkan terlihat menenangkan diri sebelum memberi kabar pada keluarganya yang lain.
"Setelah tahu benar dia sudah meninggal, kami telepon ibunya. Ibunya langsung pingsan. Kami benar-benar enggak sangka ini terjadi," ujar Solihin, dikutip dari Tribunnews.
Pada awalnya mereka mengetahui peristiwa longsor dari grup WhatsApp keluarga. Namun untuk memastikan kebenarannya, keduanya lantas datang langsung ke RSUD Arjawinangun, Kabupaten Cirebon.
"Awalnya hanya lihat video dan info di grup WA keluarga, tapi kami ingin lihat langsung, memastikan," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskam terkait keponakannya yang kini menjadi korban. Wastoni ternyata baru menikah sekitar lima bulan lalu.
Diketahui Wastoni baru dua minggu bekerja sebagai kernet mobil di lokasi tambang batu Gunung Kuda. Pekerjaan itu ia dapatkan dari ajakan seorang kenalan.
Baca Juga: Paling Besar di Banten, Segini Harga Sapi Prabowo Subianto di Tangerang Selatan
| Source | : | tribunnews,Kompas.com |
| Penulis | : | Ines Noviadzani |
| Editor | : | Nesiana |