Find Us On Social Media :

Seorang Ibu Nekat Gorok Buah Hatinya Gegara Stres Saksikan Suami Main Game dan Kartu di Kala Ekonomi Keluarga Mengalami Kendala

By Novia, Minggu, 18 Oktober 2020 | 20:30 WIB

Ilustrasi penganiayaan

Laporan Wartawan Grid.ID, Novia Tri Astuti

Grid.ID - Tindakan yang dilakukan ibu muda di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur, bikin miris.

Nekat bunuh bayinya secara sadis, ibu bernama Mira (22) diduga menjadikan anaknya sebagai pelampiasan emosinya.

Berdomisili di Jalan Ikan Duyung, Kelurahan Rukun Lima Kecamatan Ende Selatan, Mira membunuh bayinya yang masih berusia tiga bulan.

Baca Juga: Bak Kena Azab, Pelaku Pembunuhan Rangga Sekaligus Pemerkosa Ibu Muda di Aceh Timur Mendadak Tewas di Dalam Tahanan

Melansir informasi dari PosKupang.com, Minggu (18/10/2020), bayi malang itu telah dibunuh sekitar pukul 02.30 dini hari.

Kasatreskrim Polres Ende, AKP Lorensius SH, membenarkan adanya peristiwa tragis tersebut.

Setelah digali lebih lanjut, Mira nekat membunuh bayinya dengan cara menggorok leher sang bocah menggunakan pisau.

Baca Juga: 16 Hari Terinfeksi Corona, Pollycarpus Budihari Priyanto atau Eks Terpidana Kasus Munir Meninggal Dunia Akibat Covid-19

"Korban (bayi) saat itu tengah tertidur, kemudian pelaku mengambil pisau di dapur, lalu pelaku memotong leher korban dengan menggunakan pisau," ungkapnya.

Akibatnya, bayi malang itu mengalami luka robek di bagian leher dan menyebabkan arteri karotis kanan kiri dan trakeanya terputus.

"Panjang luka sekitar 6 cm. Akibat kejadian tersebut Korban meninggal dunia," ungkapnya.

Baca Juga: Bebas Usai 14 Tahun Dipenjara Lantaran Tersandung Kasus Pembunuhan, Lidya Pratiwi Ngaku Masih Trauma Muncul di Hadapan Publik: Bimbingan Secara Psikis Masih Dibutuhkan

Lebih lanjut AKP Lorensius, pelaku tega membunuh bayinya sendiri karena stres dengan desakan ekonomi.

Selain itu, pelaku mengaku geram dengan suaminya yang beroperasi sebagai tukang ojek malah jarang bekerja.

Sang suami justru lebih sering main game dan kartu.

Baca Juga: Lagi-lagi China Kena Batunya, China Dituduh Rencanakan Pembunuhan pada Presiden Donald Trump Hanya Gara-gara Positif Covid-19, Begini Kisahnya

“Pelaku melakukan karena ekonomi tidak cukup dan pikiran kosong (stres), karena suami jarang ojek, suami sering main game dan main kartu” ungkap AKP Lorensius.

Sementara itu, melansir informasi dari Kompas.com, tindak penganiayaan anak juga terjadi di Riau.

RFZ (10) telah dianiaya oleh ayah kandungnya DZ (34) menggunakan tang.

Baca Juga: Pria di NTT Diduga Tewas Akibat Dibunuh, Keluarga Korban Tak Terima hingga Nekat Balas Dendam Bakar 7 Rumah Terduga Pelaku Sekaligus!

Setelah dianiaya, bocah malang itu akhirnya ditelantarkan dan ditinggalkan begitu saja di SPBU daerah Riau.

Kapolres Pelalawan AKBP Indra Wijatmiko membenarkan adanya informasi tersebut.

Setelah mengamankan pelaku, pihak kepolisian menyebutkan bahwa orang tua korban tak merasa menyesal telah melakukan tindak penganiayaan itu.

Baca Juga: Mengaku Khilaf, Sambil Menangis Pelaku Pembunuhan di Pontianak Akui Siap Bertanggung Jawab: Saya Sayang Sama Dia..

"Saya melihat orang tuanya pas bicara, tidak ada penyesalan sama sekali. Benar-benar datar air mukanya," jelas AKBP Indra Wijatmiko.

(*)