Find Us On Social Media :

Jangan Heran Daging Sapi Mudah Alot Kalau Masih Melakukan 6 Kebiasaan Ini, Salah Satunya Dicuci dengan Air

By Devi Agustiana, Jumat, 16 Juli 2021 | 19:48 WIB

Termasuk merebus daging dengan air panas, ini sederet penyebab daging sapi jadi alot.

Laporan Wartawan Grid.ID, Devi Agustiana

Grid.ID – Mengolah daging sapi tidak boleh sembarangan.

Bukan hanya merusak kualitas nutrisinya, kesalahan memasak daging sapi juga bisa membuat teksturnya alot,

Jika sudah demikian, daging jadi tidak enak dimakan.

Nah, menjelang Idul Adha ini, yuk kita ketahui lagi bagaimana cara mengolah daging sapi agar tidak alot.

Mengutip laman Tribunnewswiki.com, ternyata daging sapI sangat kaya akan nutrisi penting.

Untuk daging sapi yang sudah dihilangkan lemaknya, akan mengandung banyak zat gizi.

Kandungan gizi dalam daging di antaranya protein yang sangat baik.

Baca Juga: Anti Gagal! Cukup Pakai 4 Teknik Sederhana Ini, Daging Olahan Kamu Dijamin Langsung Empuk

Hal itu karena daging sapi mempunyai nilai biologis tinggi.

Beberapa nilai gizi yang dimiliki daging sapi adalah omega-3 rantai panjang (DHA, EPA and DPA), lemak tak jenuh, vitamin B12, niasin, vitamin B6, vitamin B5, vitamin D, riboflavin, zat besi, seng, dan sebagainya.

Jika dikonsumsi dalam batas wajar, daging sapi akan memberikan banyak manfaat bagi tubuh, misalnya mempertahankan massa otot, meningkatkan kinerja otot, mencegah anemia, meningkatkan sensitivitas insulin, membantu jaga berat ideal, dan sebagainya.

Itu semua bisa kita dapatkan jika berhasil mengolah daging sapi dengan baik, termasuk tidak membuatnya alot saat dikonsumsi.

Beriktu Grid.ID telah melansir dari Kompas.com, 6 penyebab daging sapi jadi alot:

1. Kualitasnya tidak bagus

Daging dengan kualitas tidak baik jadi penyebab tekstur daging akan alot.

Oleh karena itu, pemilihan kualitas daging jadi hal utama.

"Pertama tuh harus pilih daging yang layak konsumsi. Baik dari segi hygienenya maupun dari segi kualitasnya," kata Chef FB Consultancy/Advisor, Felix Budisetiawan.

Baca Juga: Nyesel Baru Tahu Sekarang! Simak Cara Untuk Menghilangkan Bau Daging Kambing Sajian Hari Raya Kurban Agar Tidak Bau Prengus Hanya dengan Bahan-bahan Dapur Saja

2. Dibiarkan di suhu ruang

Tekstur daging yang keras juga bisa disebabkan karena lokasi penyimpanannya.

Daging yang disimpan di suhu ruang selama lebih dari empat jam, akan memuat kualitasnya menurun, termasuk jadi keras.

Oleh karena itu, tempat terbaik menyimpan daging adalah di kulkas dan freezer.

"Kadang-kadang kalau kita habis beli daging dari pasar, sudah layak konsumsi nih dagingnya tapi ditaruh di tempat dengan suhu ruangan," kata Felix.

3. Salah pilih

Selanjutnya adalah salah pilih bagian daging.

Beberapa bagian daging juga memiliki teknik memasak yang berbeda.

"Kalau bagian lengan, bagian lulur, bagian paha itu punya tingkat kelenturan yang berbeda-beda," tutur Felix.

Baca Juga: Cara Menghilangkan Bau Amis Daging Kambing untuk Sajian Khas Idul Adha, Pakai Garam Hingga Daun Pepaya!

Apabila ingin menggunakan bagian yang lunak, kita perlu pakai daging bagias lulur atau has dalam atau paha.

Sedangkan untuk daging lengan akan cenderung lebih keras.

4. Direbus air panas

Perhatikan kesalahan yang satu ini.

Jangan langsung merebus daging dengan air panas atau dingin, gunakan saja air biasa.

Kita bisa memasukkan daging bersama dengan air ke dalam panci.

Setelah itu, barulah menyalakan kompor dan biarkan mendidih.

"Kalau menurut saya, untuk merebus daging sebaiknya mulai dengan air biasa atau air dengan suhu ruangan," kata Felix.

Baca Juga: Jangan Sampai Salah! Ingat Lagi Cara Menyimpan Daging Kurban Supaya Tahan Lama

5. Mencuci daging

Kesalahan selanjutnya adalah mencuci daging.

Ternyata tidak semua bagian daging bisa dicuci dengan air.

Ada beberapa bagian dagings aapi yang sebaiknya hanya di lap dengan tisu saja.

Jika masih nekat mencucinya, maka daging bisa lebih keras.

Kecuali untuk bagian dalam seperti jeroan, tetap harus menggunakan air.

6. Api terlalu besar

Kesalahan terakhir adalah penggunaan api yang terlalu besar.

Gunakan saja api kecil sesuai waktu yang dibutuhkan.

(*)